MOSKOW – Serangan drone berskala besar yang dilancarkan Ukraina ke wilayah Moskow memicu gangguan luas terhadap aktivitas sipil dan transportasi udara di Rusia. Sedikitnya 17 orang dilaporkan terluka, sementara ratusan penerbangan terdampak akibat penutupan sementara ruang udara di sekitar ibu kota pada Kamis (18/06/2026) waktu setempat.
Pemerintah Rusia menyatakan sistem pertahanan udara berhasil mencegat ratusan pesawat tanpa awak atau unmanned aerial vehicle (UAV) yang mengarah ke Moskow. Namun, sejumlah drone dilaporkan berhasil menembus pertahanan dan menyebabkan kerusakan di beberapa lokasi.
Wali Kota Moskow Sergey Sobyanin mengatakan pertahanan udara Rusia menembak jatuh sedikitnya 194 UAV yang mendekati ibu kota dalam semalam.
“Pertahanan udara menembak setidaknya 194 UAV saat mendekati ibu kota Rusia dalam semalam,” tulis Sobyanin dalam unggahan di Telegram, sebagaimana dilansir Cnbc Indonesia, Jumat (19/06/2026).
“Beberapa drone berhasil melewatinya dan menyebabkan kebakaran, dan para saksi mata melaporkan adanya asap hitam tebal dalam jumlah besar di beberapa daerah di dalam dan luar kota,” ujarnya.
Menurut Sobyanin, puing-puing drone yang jatuh menyebabkan kerusakan ringan pada sebuah bangunan di kawasan pusat perbelanjaan Sadovod di tenggara Moskow. Selain itu, laporan juga menyebut sejumlah drone mencapai area Kilang Minyak Moskow di Distrik Kapotnya sehingga petugas pemadam kebakaran segera diterjunkan ke lokasi.
Dampak serangan turut dirasakan warga di sejumlah kota penyangga Moskow. Gubernur Wilayah Moskow Andrey Vorobyev mengungkapkan sembilan orang, termasuk seorang anak berusia tiga tahun, mengalami luka akibat serpihan ledakan di Kota Kotelniki.
“Sebuah drone menabrak sebuah blok apartemen di kota Zhukovsky, yang terletak 20 km tenggara ibu kota. Satu orang dirawat di rumah sakit di kota itu dengan luka di sini,” ujarnya.
Vorobyev juga menyebut puing-puing drone yang dihancurkan jatuh di beberapa lokasi di Lyubertsy dan menyebabkan dua warga harus menjalani perawatan medis.
“Atap mal Belaya Dacha di dekat Jalan Lingkar Moskow terbakar selama penggerebekan oleh pasukan Ukraina,” kata Vorobyev.
“Pemerintah mengumumkan bahwa mereka menutup sementara mal tersebut,” ujarnya.
“Satu orang juga terluka di Solnechnogorsk dan satu lagi dalam serangan di pusat dunia Sadovod,” tambahnya lagi.
Selain menimbulkan korban luka, serangan tersebut berdampak langsung pada operasional penerbangan. Badan Transportasi Udara Federal Rusia (Rosaviatsia) melaporkan empat bandara internasional utama di Moskow mengalami gangguan layanan akibat pembatasan ruang udara.
Sebanyak 527 penerbangan dilaporkan tertunda atau dibatalkan di Bandara Sheremetyevo, Vnukovo, Domodedovo, dan Zhukovsky. Gangguan tersebut menyebabkan ribuan penumpang terdampak dan aktivitas transportasi udara di ibu kota Rusia sempat terganggu.
Di sisi lain, Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan lebih dari 550 drone Ukraina berhasil ditembak jatuh di berbagai wilayah Rusia sejak Rabu malam. Otoritas setempat juga melaporkan satu orang tewas dan dua lainnya terluka akibat serangan pesawat nirawak di Kota Gukovo, Wilayah Rostov.
Sebagai respons, militer Rusia mengaku kembali melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi yang diklaim berkaitan dengan kepentingan militer Ukraina. Sasaran serangan disebut mencakup depot bahan bakar di sekitar Kiev dan kilang minyak di Wilayah Poltava.
Serangan drone terbaru ini menunjukkan eskalasi konflik Rusia-Ukraina masih terus berlangsung dan semakin berdampak pada wilayah sipil serta fasilitas publik. Kondisi tersebut menambah tantangan bagi kedua negara dalam menjaga keamanan warga di tengah perang yang belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir. []
Redaksi05

