Tabrakan Dua Kereta di Inggris Tewaskan 1 Orang, 89 Penumpang Jadi Korban

Tabrakan Dua Kereta di Inggris Tewaskan 1 Orang, 89 Penumpang Jadi Korban

Bagikan:

BEDFORD – Sedikitnya satu orang meninggal dunia dan 89 penumpang mengalami luka-luka setelah dua kereta penumpang bertabrakan di dekat Bedford, Inggris, Jumat (19/06/2026) sore waktu setempat. Insiden tersebut memicu operasi darurat besar-besaran dengan pengerahan lebih dari 20 ambulans dan enam ambulans udara untuk mengevakuasi korban.

Layanan Ambulans East of England melaporkan sebanyak 11 orang mengalami luka cukup berat, 22 orang mengalami luka serius, dan 56 lainnya menderita luka ringan akibat tabrakan yang terjadi sekitar 90 kilometer di utara London.

Peristiwa itu melibatkan dua kereta milik East Midlands Railway (EMR) yang sama-sama bergerak menuju Stasiun London St Pancras melalui jalur yang sama. Salah satu kereta berangkat dari Corby, sementara kereta lainnya berasal dari Nottingham.

Seorang penumpang, Pete Knapp, menggambarkan situasi mencekam sesaat setelah benturan terjadi.

“Ada momen di mana saya terlempar ke kursi di depan, dan kemudian saya melihat asap. Orang-orang menangis, berteriak, orang-orang sangat takut dan bingung,” kata Knapp, sebagaimana diberitakan Kompas, Jumat (20/06/2026).

Knapp mengaku menyaksikan sejumlah korban mengalami cedera serius akibat kecelakaan tersebut.

“Saya melihat banyak orang yang tidak dapat berbicara, mengalami patah kaki,” ujarnya.

Layanan Ambulans East of England kemudian mengonfirmasi satu korban meninggal dunia sekitar lima jam setelah kecelakaan terjadi.

“Mereka yang mengalami luka ringan dirawat di tempat kejadian atau dibawa ke rumah sakit jika diperlukan,” kata layanan ambulans tersebut.

Penumpang lain, Teresa Itabor, juga menceritakan detik-detik benturan yang menyebabkan kepalanya menghantam kursi di depan.

“Saya membuka mata dan saat itulah saya melihat orang-orang tergeletak di lantai dengan darah di mana-mana,” katanya.

Rekaman yang beredar di media sosial memperlihatkan sejumlah penumpang berjalan di sepanjang rel setelah proses evakuasi dilakukan. Berdasarkan tayangan udara media setempat, sebagian besar rangkaian kereta masih berada di atas rel, meski setidaknya satu gerbong tampak keluar dari jalur.

Perdana Menteri Inggris, Keir Starmer, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengapresiasi respons cepat petugas darurat.

“Saya berterima kasih kepada layanan darurat atas respons cepat mereka terhadap insiden tragis ini,” ujar Starmer.

Sementara itu, Kepolisian Transportasi Inggris menetapkan insiden tersebut sebagai kejadian besar dan terus melakukan penanganan bersama berbagai lembaga terkait. Cabang Investigasi Kecelakaan Kereta Api Inggris atau Rail Accident Investigation Branch (RAIB) juga telah mengirim tim penyelidik guna mengumpulkan bukti dan mencari penyebab pasti tabrakan.

Pakar perkeretaapian Tony Miles menilai kecelakaan itu tampak terjadi pada kecepatan relatif rendah. Meski demikian, ia mengingatkan bahwa benturan dengan kecepatan rendah tetap berpotensi menyebabkan cedera serius bagi penumpang.

Akibat insiden tersebut, EMR menghentikan sementara layanan kereta dari dan menuju London St Pancras sepanjang malam. Hasil investigasi yang sedang berlangsung diharapkan dapat mengungkap penyebab kecelakaan sekaligus menjadi dasar evaluasi keselamatan transportasi perkeretaapian di Inggris. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Laka