Duren Sawit Dilanda Dua Kebakaran Beruntun, Diduga Akibat Korsleting

Duren Sawit Dilanda Dua Kebakaran Beruntun, Diduga Akibat Korsleting

Bagikan:

JAKARTA TIMUR – Sebanyak 23 warga terdampak akibat dua kebakaran yang terjadi hampir bersamaan di kawasan Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (24/06/2026) dini hari. Peristiwa yang menghanguskan dua petak kontrakan dan sebuah rumah tinggal itu diduga dipicu korsleting listrik.

Kebakaran pertama terjadi di Jalan Laut Banda sekitar pukul 03.39 WIB. Sebuah rumah tinggal dilaporkan terbakar dan menyebabkan delapan kepala keluarga (KK) dengan total 18 jiwa terdampak. Kerugian akibat peristiwa tersebut diperkirakan mencapai Rp200 juta.

Kepala Seksi Operasi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Timur Abdul Wahid mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut meski api sempat membesar karena banyaknya material yang mudah terbakar di dalam rumah.

“Objek terbakar tempat tinggal, kerugian diperkirakan sekitar Rp 200 juta untuk korban jiwa tidak ada, sedangkan yang terdampak 8 kepala keluarga dengan 18 jiwa,” jelas Wahid.

Menurutnya, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari arus pendek listrik yang kemudian memicu kobaran api lebih besar.

“Diduga karena listrik, penyalaan membesar karena banyak barang barang mudah terbakar dan warga langsung melaporkan ke pos duren sawit,” ungkapnya.

Untuk menangani kebakaran tersebut, Gulkarmat Jakarta Timur mengerahkan 70 personel dan 14 unit mobil pemadam kebakaran. Proses pemadaman dimulai pukul 03.44 WIB dan dinyatakan selesai pada pukul 05.32 WIB.

“Untuk pemadaman awal pukul 03.44 WIB, selesai pemadaman Pukul 05.32 WIB,” katanya.

Sementara itu, kebakaran kedua terjadi di Jalan Robusta Raya sekitar pukul 03.54 WIB. Dua petak kontrakan dilaporkan terbakar saat para penghuni sedang terlelap tidur.

Abdul Wahid menjelaskan api pertama kali terlihat dari bagian teras bangunan sebelum merambat dan membesar dengan cepat.

“Diduga konsliting listrik, penghuni saat itu sedang tertidur di dalam kontrakan, tiba-tiba melihat api sudah membesar,” kata Abdul Wahid.

Dalam kejadian tersebut tidak terdapat korban jiwa, namun lima warga terdampak akibat kerusakan yang ditimbulkan kebakaran.

Petugas mengerahkan 60 personel dan 12 unit mobil pemadam kebakaran untuk mengendalikan kobaran api. Operasi pemadaman dimulai pukul 04.15 WIB dan berhasil diselesaikan pada pukul 05.55 WIB.

“Untuk pengarahan personel 60 orang dengan 12 unit mobil pemadam, awal pemadaman pukul 04.15 WIB dan selesai pukul 05.55 WIB,” katanya.

Dua insiden yang terjadi dalam rentang waktu berdekatan tersebut kembali mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap instalasi listrik di lingkungan permukiman. Hingga proses penanganan selesai, tidak ada laporan korban meninggal dunia maupun luka-luka dalam kedua peristiwa tersebut, sebagaimana dilansir Kompas, Rabu (24/06/2026). []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Nasional Peristiwa