MOSKOW – Rusia mengungkapkan tengah mengkaji sejumlah usulan yang diajukan Ukraina dalam upaya mencari jalan penyelesaian konflik, termasuk penghentian serangan jarak jauh antara kedua negara. Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan komunikasi terkait penyelesaian perang masih berlangsung melalui berbagai jalur meskipun pertempuran belum berhenti.
Putin mengatakan salah satu usulan yang diterima Rusia adalah penghentian serangan jarak jauh ke wilayah masing-masing pihak. Pernyataan tersebut disampaikan kepada jurnalis Rusia, sebagaimana diberitakan Antara, Minggu (28/06/2026).
“Ada juga usulan-usulan baru, dan saya siap menyebutkan beberapa di antaranya. Misalnya, menghentikan serangan jarak jauh ke dalam wilayah masing-masing pihak,” kata Putin.
Menurut Putin, usulan tersebut muncul di tengah meningkatnya intensitas serangan balasan Rusia ke wilayah Ukraina.
“Jelas mengapa usulan ini diajukan, karena serangan balasan kami ke wilayah Ukraina lebih jauh ke dalam, lebih kuat, lebih terasa dampaknya, dan, terus terang, lebih menghancurkan sehingga menimbulkan konsekuensi yang benar-benar serius bagi rezim di Kiev,” kata Putin.
Selain penghentian serangan jarak jauh, Putin menyebut terdapat usulan agar operasi tempur dibatasi hanya di empat wilayah, yakni Wilayah Kherson, Wilayah Zaporizhzhia, Republik Rakyat Donetsk, dan Republik Rakyat Luhansk. Di luar wilayah tersebut, operasi militer diusulkan untuk dihentikan.
Putin menegaskan komunikasi mengenai penyelesaian konflik masih terus berlangsung melalui sejumlah saluran yang tersedia.
“Ya, memang benar, kontak tersebut ada dan telah terjalin melalui beberapa arah serta beberapa saluran. Saya menganggap itu bukan rahasia,” katanya.
Ia menambahkan pemerintah Rusia akan mempertimbangkan setiap usulan yang disampaikan Ukraina sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.
“Mengingat kekurangan personel yang sangat parah di angkatan bersenjata Ukraina, tampaknya mereka percaya bahwa hal ini bisa menjadi penyelamat bagi mereka. Namun, menyelamatkan rezim di Kiev bukanlah bagian dari rencana kami,” kata Putin. []
Redaksi05

