Infrastruktur Batam Dapat Alokasi Rp665 Miliar pada 2027

Infrastruktur Batam Dapat Alokasi Rp665 Miliar pada 2027

Bagikan:

BP Batam mengalokasikan Rp665,11 miliar dari usulan anggaran 2027 untuk mengembangkan infrastruktur yang mencakup konektivitas, layanan dasar, kawasan wisata, dan fasilitas publik.

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam menyiapkan Rp665,11 miliar untuk memperkuat berbagai infrastruktur di Batam pada 2027, mulai dari jalan dan jembatan hingga pelabuhan, bandara, drainase, air bersih, pengolahan limbah, kawasan wisata, dan fasilitas kesehatan.

Anggaran tersebut menjadi bagian dari rencana kerja BP Batam untuk mendukung aktivitas ekonomi, investasi, serta peningkatan pelayanan publik di Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas (KPBPB) Batam.

Kepala BP Batam Amsakar Achmad mengatakan pembangunan infrastruktur diarahkan agar memberikan manfaat langsung terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi.

“Pembangunan infrastruktur harus memberikan dampak nyata terhadap produktivitas dan pertumbuhan ekonomi Batam,” katanya dalam keterangan resmi yang diterima di Batam, Jumat, sebagaimana dilansir Antara, Jumat, (18/09/2026).

Dalam Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Tahun Anggaran 2027 yang disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), BP Batam mengusulkan total pagu anggaran sebesar Rp2,44 triliun.

Seluruh pagu tersebut direncanakan bersumber dari Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP). Dari total anggaran itu, Rp665,11 miliar dialokasikan khusus untuk pengembangan infrastruktur.

“Rencana kerja dan anggaran tahun 2027 fokusnya adalah bagaimana pelayanan semakin cepat, infrastruktur semakin baik dan iklim investasi semakin memberikan kepastian,” kata Amsakar.

Rencana pembangunan mencakup sejumlah kebutuhan dasar dan pendukung kegiatan ekonomi. Di antaranya pengembangan fasilitas pelabuhan, jalan, jembatan, bandara, sistem drainase, fasilitas air bersih dan limbah atau Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), kawasan dan wisata, serta fasilitas kesehatan.

Amsakar menjelaskan arah pembangunan tersebut disusun sejalan dengan tema Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2027, yaitu “Akselerasi Pertumbuhan Berkualitas melalui Produktivitas, Investasi dan Industri”.

Menurut dia, pembangunan infrastruktur memiliki hubungan erat dengan aktivitas ekonomi dan investasi karena kualitas konektivitas serta pelayanan menjadi salah satu faktor yang mendukung kegiatan masyarakat dan dunia usaha.

BP Batam juga menyampaikan komitmennya untuk mengelola anggaran dengan memperhatikan efektivitas, efisiensi, dan akuntabilitas. Pengelolaan tersebut ditujukan agar program yang dijalankan memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia usaha, Batam, dan perekonomian nasional.

“Kami berkomitmen menjalankan anggaran secara efektif, efisien dan akuntabel, sehingga setiap program yang dilaksanakan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat, dunia usaha, pengembangan Batam dan perekonomian nasional,” ujarnya.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Adisatrya Suryo Sulisto turut memberikan apresiasi terhadap kinerja BP Batam. Ia berharap anggaran yang disiapkan dapat diarahkan pada program prioritas dengan ukuran capaian yang jelas.

“Kami apresiasi kunjungan kita di lapangan mendapati banyak sekali capaian progresif Batam di mata masyarakat dan pelaku usaha. Kami harap agar anggaran ini dapat dikelola secara efektif dan akuntabel melalui program prioritas yang terukur untuk meningkatkan pelayanan publik, investasi, konektivitas, penciptaan lapangan kerja dan daya saing Batam,” kata Adisatrya. []

Redaksi08

Bagikan:
Hotnews Nasional