Gencatan senjata selama 80 jam di Oleshky, wilayah Kherson, memungkinkan tim kemanusiaan Rusia dan Ukraina menyalurkan bantuan serta mempersiapkan evakuasi warga sipil.
OLESHKY – Penyaluran bantuan kemanusiaan dan persiapan evakuasi warga sipil di Oleshky, wilayah Kherson, Ukraina, menjadi fokus pelaksanaan gencatan senjata selama 80 jam yang melibatkan Rusia dan Ukraina. Ibu Negara Amerika Serikat (AS), Melania Trump, menyatakan kedua negara menjalankan kesepakatan tersebut secara menyeluruh sehingga tim kemanusiaan dari kedua pihak dapat bekerja di lapangan.
Melalui unggahan di platform X, Melania menyampaikan bahwa operasi kemanusiaan di Oleshky berlangsung sesuai kesepakatan Rusia dan Ukraina. Kegiatan tersebut mencakup distribusi bantuan serta persiapan konvoi untuk mengevakuasi warga sipil dari kawasan terdampak konflik.
“80 JAM GENCATAN SENJATA. Tim kemanusiaan Rusia dan Ukraina berada di lapangan di Oleshky, menyalurkan bantuan dan mempersiapkan konvoi untuk evakuasi warga sipil. Operasi terkoordinasi ini berjalan sepenuhnya sesuai dengan kesepakatan yang dicapai antara Ukraina dan Rusia,” kata Melania di platform X.
Pernyataan tersebut sebagaimana diberitakan Antara, dengan tanggal publikasi yang tidak dicantumkan dalam naskah sumber, menyoroti pelaksanaan kesepakatan kemanusiaan di tengah konflik bersenjata yang masih berlangsung antara kedua negara.
Kesepakatan gencatan senjata tersebut sebelumnya disampaikan Kepala Staf Umum Angkatan Bersenjata Rusia, Valery Gerasimov. Pada akhir Oktober, ia menyatakan pasukan Rusia akan menghentikan operasi militer di wilayah Kherson mulai pukul 04.00 waktu Moskow atau 01.00 GMT pada 27 Oktober 2026.
Pelaksanaan jeda pertempuran selama 80 jam itu membuka kesempatan bagi tim kemanusiaan Rusia dan Ukraina untuk melakukan kegiatan di wilayah yang terdampak konflik. Selain mendistribusikan kebutuhan bantuan, kedua pihak juga mempersiapkan proses pemindahan warga sipil melalui konvoi evakuasi.
Oleshky merupakan wilayah yang berada di tepi kiri Sungai Dnieper, tepat berseberangan dengan Kota Kherson yang dikuasai Ukraina. Posisi geografis tersebut menjadikan kawasan ini bagian dari wilayah yang terdampak langsung dinamika konflik Rusia-Ukraina.
Situasi kemanusiaan di Oleshky dilaporkan semakin memburuk akibat serangan Ukraina. Kondisi tersebut meningkatkan urgensi penyaluran bantuan dan upaya evakuasi untuk melindungi masyarakat sipil yang berada di kawasan konflik.
Pelaksanaan gencatan senjata selama 80 jam ini menjadi kesempatan penting bagi kedua negara untuk mengurangi dampak konflik terhadap penduduk setempat. Keberlanjutan koordinasi kemanusiaan dan kepatuhan terhadap kesepakatan diharapkan dapat memperluas akses bantuan serta memberikan kesempatan kepada warga sipil untuk meninggalkan wilayah berbahaya dengan aman. []
Redaksi 01
