Seorang anak berusia tiga tahun mendapatkan perlindungan dari pihak kecamatan setelah adiknya yang berusia 20 bulan diduga dibunuh ibu kandung dan ayah tirinya akibat persoalan ekonomi di Jakarta Selatan.
JAKARTA SELATAN – Seorang anak berusia tiga tahun kini mendapatkan pendampingan dari pemerintah setelah adiknya yang masih berusia 20 bulan meninggal dunia akibat dugaan pembunuhan oleh ibu kandung dan ayah tirinya di kawasan Pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Sabtu (31/10/2026).
Pemerintah setempat melalui pihak kecamatan telah mengambil langkah perlindungan terhadap anak yang selamat tersebut. Sementara itu, kepolisian menangkap kedua orang tua korban yang diduga menghabisi nyawa anak bungsunya sebelum menguburkan jasadnya di sebuah lahan kosong di kawasan Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Kebayoran Lama, Seala Syah Alam, mengatakan kakak korban telah mendapatkan bantuan dari pihak kecamatan dan untuk sementara akan menjalani perawatan di Dinas Sosial (Dinsos).
“Untuk kakaknya yang berusia tiga tahun, sudah dibantu oleh pihak kecamatan. Saya sudah berkoordinasi dengan Pak Camat untuk sementara dirawat di Dinsos,” sambungnya.
Kasus tersebut bermula dari laporan pemilik toilet umum Pasar Kebayoran Lama mengenai dugaan tindak asusila. Namun, setelah dilakukan penyelidikan, polisi menemukan bahwa peristiwa tersebut berkaitan dengan dugaan pembunuhan terhadap seorang anak berusia 20 bulan.
“Untuk pembunuhan itu, yang membunuh adalah kedua orang tuanya, ibu kandung dan ayah tiri. Kejadian pembunuhannya itu awalnya di toilet umum Pasar Kebayoran Lama,” kata Seala kepada wartawan, sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Minggu, (01/11/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan, setelah menghabisi nyawa korban di toilet umum, kedua pelaku berinisial AR (22) dan JM (20) memesan taksi daring menuju kawasan Palmerah. Keduanya kemudian berjalan menuju Bendungan Hilir dan menguburkan jasad korban menggunakan kantong plastik di lahan kosong di tepi jalan.
“Turun di Palmerah, jalan sampai ke Bendungan Hilir (Benhil). Di Benhil, di kiri jalan itu ada lahan kosong. Nah, di situlah dua pelaku mengubur anaknya dengan menggunakan kantong kresek. Untuk anaknya saat ini jenazahnya sedang diautopsi di Rumah Sakit Kramat Jati oleh dokter forensik,” tutur Seala.
Polisi kemudian melakukan penyelidikan hingga berhasil menangkap kedua terduga pelaku. Dari pemeriksaan awal, tindakan tersebut diduga dilatarbelakangi kesulitan ekonomi yang dialami keluarga tersebut.
“Itu kejadiannya itu motif karena ekonomi, mereka tidak mampu. Akhirnya dari dua bersaudara ini, yang paling kecil lah dibunuh oleh kedua orang tuanya,” ucap Seala.
Saat ini, jenazah korban telah dibawa ke Rumah Sakit Kramat Jati untuk menjalani autopsi oleh dokter forensik guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, anak korban yang berusia tiga tahun mendapatkan penanganan sementara dari pihak kecamatan melalui Dinsos.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya perlindungan terhadap anak, terutama mereka yang berada dalam kondisi keluarga rentan. Pendampingan berkelanjutan diperlukan agar anak yang selamat memperoleh pengasuhan, perlindungan, serta pemulihan dari dampak peristiwa tersebut. []
Redaksi 03

