Iran mengklaim menjatuhkan pesawat nirawak MQ-9 dan mengambil alih drone pengintai MQM-170 milik AS di kawasan Selat Hormuz, tetapi kedua insiden tersebut belum mendapat konfirmasi independen.
TEHERAN – Klaim Iran mengenai penguasaan pesawat nirawak milik Amerika Serikat (AS) di kawasan Selat Hormuz menambah perhatian terhadap aktivitas pengintaian dan persaingan teknologi militer di jalur pelayaran strategis tersebut. Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan telah menjatuhkan pesawat nirawak MQ-9 serta mengambil alih sebuah drone pengintai MQM-170 dalam kondisi utuh.
Dalam pernyataan yang diumumkan pada Selasa, IRGC menyebut MQ-9 berhasil dicegat dan dihancurkan di wilayah udara sebelah timur Selat Hormuz. Menurut pihak Iran, operasi tersebut dilakukan menggunakan sistem pertahanan udara yang terintegrasi dengan jaringan pertahanan udara Angkatan Udara IRGC.
Selain insiden MQ-9, Iran mengklaim berhasil menguasai drone MQM-170 di sebelah barat Selat Hormuz. Perangkat itu disebut sebagai unit keempat yang berhasil diamankan dalam kondisi utuh oleh pasukan Iran.
IRGC menyatakan drone tersebut terdeteksi oleh unit peperangan elektronik Angkatan Laut Iran. Pasukan Iran kemudian diklaim mengambil alih sistem pemandu dan kendalinya hingga perangkat itu dapat diturunkan dengan aman pada Senin (2/11), tanpa mengalami kerusakan fisik.
Pihak Iran menuding keberadaan MQM-170 berkaitan dengan upaya mengidentifikasi dan memetakan sistem pertahanan udara mereka di kawasan Teluk Persia hingga Pulau Qeshm. Namun, tudingan tersebut masih berupa pernyataan IRGC dan belum disertai konfirmasi independen dalam laporan sumber.
MQM-170 Outlaw merupakan pesawat nirawak buatan perusahaan AS, Griffon Aerospace. Perangkat tersebut dirancang untuk menyimulasikan ancaman udara, menguji kemampuan sistem pertahanan, serta mendukung latihan personel militer dalam menghadapi berbagai skenario serangan udara.
IRGC menilai penguasaan drone dalam kondisi utuh berpotensi memberikan keuntungan intelijen bagi Iran. Perangkat tersebut dapat menjadi objek pemeriksaan untuk mempelajari teknologi dan sistem kendali yang digunakan, meskipun laporan sumber belum menjelaskan hasil pemeriksaan ataupun temuan teknisnya.
Peristiwa ini menjadi perhatian karena Selat Hormuz merupakan jalur pelayaran penting yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Aktivitas militer dan pengintaian di kawasan tersebut berpotensi menambah ketegangan, terutama di tengah persaingan kepentingan keamanan antara Iran dan AS.
Klaim penjatuhan MQ-9 dan penguasaan MQM-170 tersebut diberitakan ANTARA, Rabu, (04/11/2026). Hingga laporan itu diterbitkan, belum terdapat konfirmasi independen mengenai kedua insiden tersebut maupun tanggapan resmi dari pemerintah AS. []
Redaksi 01

