Petugas Dinas Rahasia AS menangkap seorang pria asal Venezuela yang diduga mengancam membunuh Donald Trump setelah menemukan tiga senjata api dan puluhan butir amunisi di dalam mobil curian dekat Gedung Putih.
WASHINGTON – Penemuan tiga senjata api dan puluhan butir amunisi di dalam sebuah mobil curian memicu perhatian aparat keamanan Amerika Serikat (AS) setelah seorang pria ditangkap di dekat Gedung Putih, Washington, karena diduga mengancam akan membunuh Presiden Donald Trump.
Pria berkewarganegaraan Venezuela tersebut diamankan petugas Dinas Rahasia Amerika Serikat (Secret Service) pada Kamis malam, 5 November 2026, setelah menunjukkan perilaku mencurigakan di dalam mobil yang terparkir di ibu kota AS. Insiden itu menjadi perhatian karena lokasi penangkapan berada di sekitar pusat pemerintahan negara tersebut.
Departemen Keamanan Dalam Negeri Amerika Serikat (DHS) menyatakan, pria itu mengaku kepada petugas bahwa suara-suara di dalam kepalanya memerintahkannya pergi ke Washington dan membunuh Trump. Pernyataan tersebut disampaikan DHS pada Jumat, 6 November 2026, sebagaimana diberitakan MetroTV, Sabtu, (07/11/2026).
Kecurigaan petugas kemudian berlanjut pada pemeriksaan kendaraan yang digunakan pria tersebut. Mobil itu dilaporkan merupakan kendaraan curian. Dari dalamnya, petugas menemukan tiga senjata api, terdiri atas satu senapan jenis AR-15 dan dua pistol, serta puluhan butir amunisi.
DHS mengidentifikasi pria tersebut sebagai Ronny Yordrix Guanipa Chrinos. Lembaga itu juga menyebutnya sebagai imigran ilegal di AS.
Penemuan senjata api dan amunisi dalam kendaraan curian di dekat Gedung Putih menjadi bagian penting dalam penanganan insiden tersebut. Namun, dugaan ancaman terhadap Trump dan keterangan mengenai motif tersangka tetap perlu dipahami sebagai informasi yang disampaikan aparat, bukan kesimpulan hukum yang telah diputus pengadilan.
Kasus ini kembali menyoroti pentingnya pengamanan di sekitar pusat pemerintahan AS, terutama terhadap potensi ancaman yang melibatkan senjata api. Penanganan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap secara jelas rangkaian peristiwa dan memastikan pertanggungjawaban hukum tersangka sesuai ketentuan yang berlaku. []
Redaksi 03

