AS dan Iran Buka Peluang Negosiasi Putaran Kedua Jelang Akhir Gencatan Senjata

AS dan Iran Buka Peluang Negosiasi Putaran Kedua Jelang Akhir Gencatan Senjata

Bagikan:

WASHINGTON – Amerika Serikat (AS) dan Iran membuka peluang melanjutkan pembicaraan tatap muka untuk membahas gencatan senjata jangka panjang, setelah perundingan maraton di Islamabad, Pakistan, sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan final. Rencana putaran baru negosiasi ini menjadi sorotan karena masa gencatan senjata dua pekan yang diumumkan pada Senin, (07/04/2026), dijadwalkan berakhir pekan depan.

Sumber diplomatik yang mengetahui pembahasan tersebut menyebutkan, salah satu opsi yang tengah dipertimbangkan adalah kembali menggelar pertemuan di Islamabad. Namun, sejumlah lokasi alternatif di kawasan Timur Tengah dan Asia Selatan juga mulai masuk dalam pembahasan, sebagaimana dilansir Bloomberg, Senin, (13/04/2026).

Fokus utama dari langkah diplomatik ini adalah mencegah berakhirnya masa gencatan senjata tanpa adanya kerangka damai yang lebih permanen. Sebelumnya, pembicaraan tingkat tinggi selama sekitar 21 jam yang dipimpin Wakil Presiden (Wapres) AS JD Vance berakhir tanpa terobosan berarti.

Presiden Donald Trump memberikan sinyal keterbukaan terhadap kelanjutan dialog. “Kami telah dihubungi pagi ini oleh orang-orang yang tepat, orang-orang yang berwenang, dan mereka ingin mengupayakan sebuah kesepakatan,” ujar Trump saat berada di Gedung Putih.

Meski membuka ruang negosiasi, Washington pada saat yang sama tetap melanjutkan kebijakan tekanan strategis dengan memulai blokade angkatan laut di Selat Hormuz. Langkah tersebut dinilai sebagai upaya memperkuat posisi tawar AS terhadap Teheran di meja diplomasi.

Di sisi lain, Iran tetap mempertahankan sikapnya terkait program nuklir. Teheran menegaskan memiliki hak untuk memperkaya uranium dan membantah tudingan bahwa negara itu sedang mengembangkan senjata nuklir. Perbedaan mendasar inilah yang disebut menjadi hambatan utama dalam pembicaraan sebelumnya.

Sejumlah negara juga disebut ikut memainkan peran diplomasi untuk mendorong kesepakatan damai. Selain Pakistan, pejabat dari Turki dan Mesir dilaporkan terlibat dalam komunikasi intensif guna menjembatani kepentingan kedua pihak.

Pada perundingan sebelumnya, delegasi AS menuding Iran menolak syarat utama yang diajukan Washington, yakni penghentian ambisi nuklir. Sebaliknya, Iran menyebut tuntutan AS terlalu berlebihan dan tidak realistis untuk diselesaikan hanya dalam satu putaran pertemuan.

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan bahwa dialog tetap terbuka dan perbedaan pandangan tidak mungkin diselesaikan dalam waktu singkat. Sinyal ini memperkuat peluang adanya putaran kedua negosiasi sebelum tenggat gencatan senjata berakhir. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang