Israel Serang Puluhan Kota di Lebanon Meski Gencatan Senjata Berlaku

Israel Serang Puluhan Kota di Lebanon Meski Gencatan Senjata Berlaku

Bagikan:

BEIRUT – Gelombang pengungsian baru kembali terjadi di Lebanon selatan setelah militer Israel melancarkan serangan udara dan artileri ke puluhan kota serta desa pada Senin (11/05/2026), meski kesepakatan gencatan senjata masih berlaku. Serangan yang terus berulang dalam beberapa pekan terakhir memperparah kerusakan permukiman warga dan fasilitas sipil di kawasan perbatasan.

Laporan media lokal menyebut wilayah Nabatieh, Tyre, Bint Jbeil, dan area dekat Sungai Litani menjadi sasaran operasi militer Israel. Serangan dilaporkan menghantam rumah warga, lahan pertanian, jalan utama, hingga fasilitas umum lainnya.

Selain serangan udara dan artileri, buldoser militer Israel juga disebut merobohkan bangunan serta infrastruktur yang sebelumnya telah rusak akibat konflik bersenjata.

Pemerintah Lebanon mengecam operasi militer tersebut dan menilai Israel terus melanggar kesepakatan penghentian sementara permusuhan yang dimediasi Amerika Serikat pada April 2026 lalu.

Presiden Lebanon Joseph Aoun mendesak Amerika Serikat agar memberikan tekanan kepada Israel untuk menghentikan serangan dan penghancuran rumah warga di wilayah Lebanon selatan.

Di tengah meningkatnya ketegangan, kelompok Hezbollah menegaskan akan terus melakukan perlawanan selama pasukan Israel masih beroperasi di wilayah Lebanon. Dalam beberapa hari terakhir, kelompok itu dilaporkan meningkatkan serangan roket dan drone ke posisi militer Israel di wilayah utara Palestina yang diduduki.

Data lembaga internasional menunjukkan lebih dari satu juta warga Lebanon mengungsi sejak konflik kembali meningkat pada Maret 2026. Ribuan rumah, sekolah, fasilitas kesehatan, dan infrastruktur publik juga dilaporkan mengalami kerusakan akibat serangan tersebut.

Organisasi hak asasi manusia (HAM) internasional mulai menyoroti dugaan pelanggaran hukum humaniter internasional terkait penghancuran kawasan sipil di Lebanon selatan.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebelumnya menyerukan “gencatan senjata yang nyata dan permanen” serta meminta seluruh pihak menahan diri agar konflik tidak meluas menjadi perang regional. Informasi tersebut sebagaimana diwartakan Mina, Senin (11/5/2026). []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang