Penyidikan terhadap Thomas Markle melibatkan penggeledahan dua unit penyimpanan di Los Angeles, pemeriksaan perangkat elektronik di Filipina, serta identifikasi saksi atas dua gambar yang diduga berkaitan dengan materi pelecehan seksual anak.
FLORIDA – Penyidikan terhadap Thomas Markle, ayah Meghan Markle, melibatkan penelusuran bukti lintas negara setelah aparat Amerika Serikat (AS) menyita puluhan barang dari tempat penyimpanan di Los Angeles dan kepolisian Filipina memeriksa perangkat elektronik yang diduga berasal dari bekas kediamannya. Penelusuran tersebut berkaitan dengan dakwaan kepemilikan materi pelecehan seksual anak yang kini menjerat pria berusia 82 tahun itu.
Thomas ditangkap di Florida setelah Federal Bureau of Investigation (FBI) menggeledah dua unit penyimpanan yang disewanya di wilayah Los Angeles. Ia kemudian dihadapkan ke pengadilan federal pada Jumat, 6 November 2026, untuk menjalani sidang awal terkait dakwaan tersebut.
Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DoJ) menyatakan Thomas didakwa dengan satu tuduhan kepemilikan gambar tidak senonoh yang melibatkan anak-anak. Meski demikian, dakwaan tersebut belum membuktikan kesalahannya karena perkara masih harus diproses melalui persidangan.
Dalam sidang yang berlangsung sekitar 30 menit, jaksa federal Courtenay Derry membacakan dakwaan terhadap Thomas. Ia hadir menggunakan kursi roda dan dikawal dua anggota US Marshals.
Pengadilan memerintahkan Thomas menjalani tahanan rumah di fasilitas tempat tinggal dengan pendampingan di Florida. Ia juga diwajibkan menjalani pemantauan elektronik. Namun, dalam persidangan tersebut, Thomas belum diminta menyampaikan pengakuan bersalah ataupun tidak bersalah.
Tanggal pembacaan dakwaan resmi di California akan ditentukan kemudian oleh DoJ dan Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik California Tengah. Sementara itu, Pangeran Harry dan Meghan Markle belum memberikan komentar mengenai penangkapan ayah Meghan tersebut.
Penyidik telusuri barang bukti di dua negara
Penelusuran bukti menjadi salah satu bagian penting dalam perkara ini. FBI menggeledah dua unit penyimpanan di Los Angeles yang tercatat atas nama Thomas dan telah disewanya sejak 2008. Pembayaran terakhir untuk kedua tempat tersebut tercatat pada Oktober 2026.
Dari penggeledahan itu, agen FBI menyita sekitar 78 barang, termasuk negatif film, slide, dan buku yang menurut penyidik diduga memuat materi pelecehan seksual anak.
Direktur FBI Kash Patel menyatakan aparat bergerak cepat dalam menangani perkara tersebut.
“Mr Markle diduga menyasar anak-anak yang tidak bersalah dan berusaha merenggut kepolosan mereka melalui tindakan kriminalnya,” kata Patel.
Ia menegaskan FBI akan mengerahkan sumber daya yang tersedia untuk melindungi anak-anak dari tindak kejahatan seksual.
“Setiap predator yang menyasar anak-anak tidak akan memiliki tempat aman di negara ini atau di mana pun mereka mencoba bersembunyi,” ujarnya.
Selain bukti dari Los Angeles, penyidik juga menelusuri sejumlah perangkat elektronik di Filipina. Pada Oktober 2026, kepolisian setempat memperoleh surat perintah untuk memeriksa barang-barang yang diduga berasal dari bekas kediaman Thomas di negara tersebut.
Empat kotak berisi barang, termasuk komputer, telepon genggam, hard disk, dan rekaman video lama, diserahkan kepada polisi oleh Thomas Markle Jr., putra Thomas sekaligus saudara tiri Meghan.
Thomas Sr. diketahui pindah ke Filipina pada 2025 setelah mengalami beberapa kali stroke. Ia tinggal di Cebu hingga Mei 2026, sebelum dilaporkan berada di sebuah pusat rehabilitasi di Florida untuk menjalani pemulihan setelah kakinya diamputasi.
Saksi disebut mengenali Thomas dalam dua gambar
Dalam proses penyidikan, sejumlah saksi disebut mengidentifikasi Thomas secara positif dalam dua gambar yang diduga mengandung materi pelecehan seksual anak. Menurut penyidik, pria dalam gambar tersebut tampak berusia sekitar 30 hingga 40 tahun.
Perkiraan usia dalam gambar itu membuat penyidik menduga materi tersebut berasal dari beberapa dekade sebelumnya, mengingat Thomas kini berusia 82 tahun. Namun, identifikasi tersebut masih menjadi bagian dari materi penyidikan dan harus diuji melalui proses hukum.
Sebelumnya, Kepolisian Metropolitan London mengonfirmasi pernah menerima surat pada 2019 yang memuat sejumlah klaim terkait Thomas. Informasi tersebut berkaitan dengan dugaan tindakan yang terjadi di luar Inggris.
Kepolisian menyatakan informasi dalam surat itu telah diteruskan kepada kantor Duke dan Duchess of Sussex, tetapi tidak dibagikan kepada lembaga penegak hukum lain. Selanjutnya, Kepolisian Metropolitan secara sukarela menyerahkan penanganan surat tersebut kepada Independent Office for Police Conduct untuk ditinjau.
Meghan sebelumnya menyampaikan keterkejutannya setelah tuduhan terhadap sang ayah mencuat. Ia juga menyatakan keprihatinan terhadap anak-anak yang kemungkinan menjadi korban.
“Saya sangat terpukul dengan kabar yang terungkap dalam 24 jam terakhir, dan pikiran saya bersama anak-anak yang mungkin telah menjadi korban,” kata Meghan.
Sebagaimana diberitakan Kompas.com, Sabtu (07/11/2026), Thomas sebelumnya telah membantah tuduhan kepemilikan materi pelecehan seksual anak dan menyebut tuduhan tersebut sebagai kebohongan yang menjijikkan.
Perkara ini masih berada dalam tahap proses hukum. Karena itu, seluruh dugaan terhadap Thomas harus tetap diperlakukan sebagai tuduhan sampai terdapat putusan pengadilan yang berkekuatan hukum. Penelusuran bukti di AS dan Filipina diharapkan dapat membantu mengungkap perkara secara menyeluruh sekaligus memastikan perlindungan terhadap anak-anak yang diduga menjadi korban. []
Redaksi 03

