Penembakan di Sekolah Brasil Tewaskan Dua Orang, Pelaku Remaja 13 Tahun

Penembakan di Sekolah Brasil Tewaskan Dua Orang, Pelaku Remaja 13 Tahun

Bagikan:

RIO BRANCO – Aktivitas belajar di Institut Sao Jose, Kota Rio Branco, Negara Bagian Acre, Brasil, berubah mencekam setelah seorang remaja berusia 13 tahun melakukan aksi penembakan di lingkungan sekolah pada Selasa (05/05/2026). Insiden tersebut menewaskan dua staf sekolah dan melukai dua orang lainnya, termasuk seorang siswa.

Kepanikan terjadi saat pelaku melepaskan tembakan pada siang hari ketika kegiatan belajar mengajar masih berlangsung. Para siswa dan staf sekolah berusaha menyelamatkan diri dengan berlari keluar ruangan, memanjat tembok sekolah, hingga naik ke atap bangunan untuk menghindari serangan.

“Seorang remaja laki-laki menembak mati dua staf dan melukai dua orang lainnya, termasuk seorang siswa,” demikian laporan yang dikutip sebagaimana dilansir CNBC Indonesia, Rabu (06/05/2026).

Sejumlah saksi mata menggambarkan situasi kacau saat suara tembakan terdengar di area sekolah. Para siswa disebut berupaya melarikan diri dengan berbagai cara demi menyelamatkan nyawa.

“Siswa mencoba menaiki tembok itu setinggi enam meter.. Orang-orang lainnya tertinggal di atap sekolah mencoba melarikan diri,” ujar saksi mata seraya menyebut mendengar tembakan dan teriakan saat kejadian.

Hingga kini, pihak berwenang masih menyelidiki status pelaku, apakah masih tercatat sebagai siswa aktif atau mantan siswa di sekolah tersebut. Aparat keamanan juga menangkap wali pelaku yang diduga merupakan pemilik senjata api yang digunakan dalam aksi penembakan.

Pemerintah Negara Bagian Acre menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan komunitas pendidikan yang terdampak tragedi tersebut.

“Menghadapi tragedi ini, negara menyampaikan belasungkawa terdalam kepada keluarga para korban, komunitas sekolah Institut Sao Jose, dan semua profesional pendidikan yang terkena dampak peristiwa ini,” kata pemerintah negara bagian.

Sebagai respons atas insiden tersebut, seluruh kegiatan pembelajaran di sekolah-sekolah di Acre dihentikan sementara selama tiga hari. Pemerintah setempat juga mengerahkan tim pendampingan psikologis untuk memberikan bantuan kepada siswa dan tenaga pengajar yang mengalami trauma akibat kejadian itu.

Brasil dalam beberapa tahun terakhir menghadapi peningkatan kasus kekerasan dan penyerangan di lingkungan sekolah. Rentetan insiden tersebut memicu kekhawatiran publik terhadap keamanan institusi pendidikan serta akses senjata api di kalangan masyarakat. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Kriminal