Penyanyi D4vd Terjerat Kasus Pembunuhan dan Kekerasan Seksual Anak

Penyanyi D4vd Terjerat Kasus Pembunuhan dan Kekerasan Seksual Anak

Bagikan:

WASHINGTON – Perkara pidana yang menjerat penyanyi muda David Burke memasuki tahap krusial setelah pengadilan menolak permohonan jaminan dan menetapkan terdakwa tetap ditahan, menyusul dakwaan berat pembunuhan berencana, kekerasan seksual terhadap anak, serta mutilasi terhadap korban bernama Celeste Rivas Hernandez.

Dalam sidang perdana yang digelar Senin (20/04/2026) waktu setempat, Burke yang dikenal dengan nama panggung D4vd menyatakan tidak bersalah atas seluruh dakwaan. Ia mengikuti persidangan dari ruang tahanan dengan pengamanan ketat, sementara hakim memutuskan proses hukum tetap berjalan tanpa pemberian jaminan.

Jaksa penuntut mengungkap, kasus ini diduga bermula dari hubungan antara terdakwa dan korban yang berlangsung sejak September 2023 hingga September 2024, saat korban masih berusia 13 tahun. Dugaan tersebut menjadi salah satu dasar munculnya tuduhan kekerasan seksual terhadap anak di bawah umur.

“Ada bukti fisik, serta bukti forensik dan digital yang akan kami ajukan di pengadilan untuk membuktikan dakwaan ini tanpa keraguan yang wajar,” ujar Hochman, sebagaimana dilansir Ap, Selasa, (21/04/2026).

Penyelidik menduga motif pembunuhan berkaitan dengan upaya melindungi karier musik terdakwa yang sedang berkembang. Korban disebut berencana melaporkan hubungan tersebut, yang kemudian diduga berujung pada tindakan kekerasan fatal.

Korban sebelumnya dilaporkan hilang oleh keluarga pada 2024 dan sempat dikategorikan sebagai kasus runaway. Namun, pada April 2025, jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan di dalam kendaraan listrik milik terdakwa yang terparkir di kawasan Hollywood Hills. Hasil penyelidikan awal menunjukkan korban diduga tewas akibat serangan menggunakan alat tajam.

Selain dakwaan pembunuhan tingkat pertama, jaksa juga menjerat terdakwa dengan sejumlah unsur pemberat, termasuk dugaan pembunuhan terencana, motif keuntungan pribadi, serta penghilangan saksi kunci dalam perkara. Kombinasi dakwaan tersebut membuka kemungkinan hukuman maksimal, termasuk hukuman mati, meski belum dipastikan apakah tuntutan tersebut akan diajukan.

Kasus ini turut menarik perhatian luas publik karena melibatkan figur muda di industri musik serta memuat dugaan kekerasan ekstrem dan eksploitasi seksual terhadap anak. Persidangan lanjutan dijadwalkan akan menguji seluruh alat bukti yang telah dikumpulkan penyidik, sekaligus menjadi penentu arah pembuktian dalam perkara tersebut. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Kriminal