Serangan Israel di Gaza Tewaskan Warga Sipil, Puluhan Orang Terluka

Serangan Israel di Gaza Tewaskan Warga Sipil, Puluhan Orang Terluka

Bagikan:

GAZA – Serangan udara Israel kembali menghantam kawasan permukiman di Kota Gaza, Palestina, Jumat (15/05/2026) malam. Sedikitnya tujuh warga sipil dilaporkan tewas dan puluhan lainnya terluka setelah sejumlah rudal menghantam area Al-Rimal di tengah memburuknya situasi kemanusiaan di Jalur Gaza.

Serangan yang terjadi di persimpangan Abu al-Kas, lingkungan Al-Rimal, memicu kerusakan besar pada bangunan permukiman dan fasilitas sipil. Warga bersama tim penyelamat berupaya mengevakuasi korban dari bawah reruntuhan di tengah kepulan asap tebal yang membumbung dari lokasi kejadian.

Jurnalis Muhammad Rabah di Gaza menyebut jet tempur Israel membombardir sebuah gedung di kawasan tersebut. Berdasarkan laporan sumber medis dan tim darurat, korban meninggal dunia terdiri atas tiga perempuan dan satu anak-anak, sementara lebih dari 50 orang lainnya mengalami luka-luka, beberapa di antaranya kritis.

Tim ambulans dan petugas pertahanan sipil dilaporkan mengalami kesulitan menjangkau lokasi akibat parahnya kerusakan infrastruktur pascaserangan. Rumah sakit di sekitar wilayah terdampak juga disebut kewalahan menangani lonjakan korban di tengah keterbatasan pasokan medis dan tekanan perang yang telah berlangsung berbulan-bulan.

Pemerintah Israel belakangan mengklaim serangan tersebut menyasar salah satu komandan senior Brigade Al-Qassam, Izz al-Din al-Haddad. Klaim itu disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bersama Menteri Pertahanan Israel Katz beberapa jam setelah pemboman terjadi.

Dalam pernyataan bersama, otoritas Israel menyebut operasi dilakukan atas instruksi langsung kedua pejabat tersebut. Namun, hingga kini belum ada kepastian mengenai kondisi Haddad maupun keberadaannya saat serangan berlangsung.

Media Israel melaporkan operasi dilakukan menggunakan tiga jet tempur yang meluncurkan 13 rudal dan bom ke lokasi target. Apartemen dan kendaraan yang dihantam disebut menjadi bagian dari upaya pembunuhan terhadap Haddad.

Hingga Jumat malam, Hamas maupun Brigade Al-Qassam belum memberikan pernyataan resmi terkait klaim Israel tersebut.

Situasi di Jalur Gaza terus memburuk seiring meningkatnya intensitas serangan dan krisis kemanusiaan yang belum mereda. Rumah sakit dilaporkan semakin kewalahan, sementara lembaga kemanusiaan internasional terus memperingatkan ancaman runtuhnya layanan vital bagi warga sipil di wilayah tersebut, sebagaimana diberitakan Republika, Jumat (15/05/2026). []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang