Wamenlu RI Anis Matta bertemu Deputi Menlu Rusia Georgy Borisenko di Moskow untuk membahas Palestina, dinamika Timur Tengah, kerja sama OKI, koordinasi BRICS, dan penguatan hubungan bilateral Indonesia-Rusia.
MOSKOW – Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Republik Indonesia (RI) Muhammad Anis Matta menggelar konsultasi bilateral dengan Deputi Menteri Luar Negeri (Deputi Menlu) Rusia Georgy Borisenko di Moskow, Rusia, pada 13 Mei 2026. Pertemuan itu membahas sejumlah isu strategis, mulai dari dinamika Timur Tengah, Palestina, kerja sama Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), penguatan hubungan bilateral Indonesia-Rusia, hingga koordinasi dalam forum BRICS.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari dialog berkelanjutan antara Indonesia dan Rusia. Sebelumnya, agenda serupa berlangsung di Jakarta pada 27 Mei 2025, saat Anis Matta menerima kunjungan Deputi Menlu sekaligus Utusan Khusus Presiden Rusia untuk Timur Tengah dan Afrika Mikhail Bogdanov.
Dalam pertemuan di Moskow, isu Timur Tengah menjadi salah satu fokus utama pembahasan. Kedua pihak membahas perjuangan kemerdekaan Palestina, kondisi Selat Hormuz sebagai jalur pelayaran strategis pengiriman minyak dunia, serta perkembangan situasi di Lebanon dan Suriah.
Indonesia dan Rusia memandang kawasan Timur Tengah sedang mengalami perubahan cepat dan signifikan. Karena itu, kedua negara menilai kerja sama bilateral perlu diperkuat untuk mendorong stabilitas keamanan dan perdamaian di kawasan tersebut.
Indonesia juga kembali menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan dan kedaulatan Palestina. Sikap itu secara konsisten disampaikan Indonesia melalui berbagai forum, baik dalam hubungan bilateral dengan Rusia maupun forum multilateral, termasuk OKI dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Selain isu Timur Tengah, pertemuan tersebut membahas peningkatan kerja sama bilateral Indonesia-Rusia serta koordinasi di forum BRICS. Forum BRICS merupakan kelompok kerja sama negara berkembang yang semula terdiri atas Brasil, Rusia, India, Tiongkok, dan Afrika Selatan, lalu berkembang dengan masuknya sejumlah anggota baru, termasuk Indonesia.
Pertemuan Anis Matta dan Borisenko berlangsung dalam suasana hangat dan konstruktif. Hal itu mencerminkan hubungan bilateral Indonesia-Rusia yang telah lama terjalin serta komitmen kedua negara untuk terus mendorong pengembangan kerja sama strategis.
Ke depan, Indonesia dan Rusia diharapkan terus meningkatkan intensitas dialog dan koordinasi, baik di tingkat regional maupun global, guna menghadapi berbagai tantangan keamanan internasional yang semakin kompleks. []
Penulis: Amy Maulana | Penyunting: Agnes Wiguna

