Jembatan Mahakam I Kembali Ditabrak Kapal

Jembatan Mahakam I Kembali Ditabrak Kapal

Bagikan:

SAMARINDA – Insiden tabrakan kembali terjadi di Jembatan Mahakam I, Samarinda, Kalimantan Timur. Infrastruktur penting yang melintasi Sungai Mahakam tersebut dilaporkan kembali ditabrak kapal pada Minggu (08/03/2026) malam. Kali ini, kapal jenis SPOB (Self Propelled Oil Barge) yang mengangkut bahan bakar minyak diduga menghantam salah satu pilar jembatan sebelum melanjutkan pelayaran.

Peristiwa tersebut menambah daftar panjang insiden serupa yang menimpa jembatan tertua di Kota Samarinda itu. Dalam beberapa tahun terakhir, Jembatan Mahakam I memang kerap menjadi lokasi kecelakaan pelayaran, terutama melibatkan kapal tongkang pengangkut batu bara maupun kayu yang melintas di Sungai Mahakam.

Detik-detik tabrakan kapal dengan jembatan itu bahkan sempat terekam dalam video amatir yang diambil oleh warga dari lantai atas sebuah hotel di sekitar lokasi. Rekaman tersebut kemudian beredar luas di media sosial.

Dalam video yang beredar, kapal terlihat bergerak mendekati struktur jembatan sebelum akhirnya menabrak salah satu bagian pilar. Setelah benturan terjadi, kapal tersebut tampak tetap melaju meninggalkan lokasi kejadian.

Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena jembatan tersebut merupakan salah satu jalur transportasi penting di Samarinda. Selain menjadi penghubung antarwilayah, Jembatan Mahakam I juga merupakan infrastruktur vital yang telah beroperasi selama puluhan tahun.

Berdasarkan data yang dihimpun, kejadian tersebut bukanlah yang pertama kali terjadi. Sejak April 2025, Jembatan Mahakam I tercatat telah mengalami puluhan kali insiden tabrakan kapal.

Tercatat, sejak April 2025 hingga awal Maret 2026, jembatan tersebut telah ditabrak sebanyak 23 kali. Sebagian besar insiden melibatkan tongkang yang mengangkut batu bara maupun kayu yang melintas di alur Sungai Mahakam.

Salah satu insiden yang menimbulkan kerusakan cukup serius terjadi pada April 2025. Saat itu, salah satu pilar jembatan, tepatnya pilar keempat, mengalami kerusakan signifikan akibat benturan kapal tongkang.

Peristiwa yang terjadi pada Minggu malam tersebut pun menjadi insiden ke-24 yang melibatkan tabrakan kapal dengan Jembatan Mahakam I. Kali ini, kapal yang terlibat merupakan kapal jenis SPOB yang umumnya digunakan untuk mengangkut bahan bakar minyak.

Hingga Minggu malam, pihak berwenang belum memberikan keterangan resmi terkait tingkat kerusakan pada struktur jembatan akibat tabrakan tersebut. Aparat dari kepolisian perairan serta Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Samarinda disebut masih melakukan penelusuran terkait peristiwa tersebut.

Selain itu, identitas kapal maupun pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut juga belum diumumkan secara rinci kepada publik.

Informasi awal yang beredar di lapangan menyebutkan bahwa kapal SPOB yang diduga menabrak jembatan sudah tidak berada di sekitar lokasi tak lama setelah kejadian. Kondisi ini memunculkan tanda tanya terkait tanggung jawab operator kapal terhadap insiden tersebut.

Berulangnya tabrakan kapal terhadap Jembatan Mahakam I memunculkan kembali sorotan terhadap sistem pengawasan lalu lintas pelayaran di Sungai Mahakam. Banyak pihak menilai pengaturan jalur pelayaran di bawah jembatan perlu diperketat agar kejadian serupa tidak terus terulang.

Selain itu, kebijakan penggunaan kapal pandu atau assist tug yang berfungsi membantu kapal besar melintas di bawah jembatan juga dinilai perlu dievaluasi secara menyeluruh.

Langkah tersebut dianggap penting mengingat Jembatan Mahakam I merupakan salah satu aset infrastruktur vital bagi Kota Samarinda dan Provinsi Kalimantan Timur. Upaya pengamanan terhadap jembatan ini menjadi hal mendesak agar kerusakan yang lebih besar tidak terjadi di masa mendatang. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Kasus