Kemendag Harap Diskon Lebaran Dongkrak Daya Beli

Kemendag Harap Diskon Lebaran Dongkrak Daya Beli

Bagikan:

BATAM – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) mendorong berbagai program potongan harga yang digelar menjelang bulan Ramadhan dan Idul Fitri 2026 sebagai upaya untuk meningkatkan daya beli masyarakat sekaligus memacu aktivitas ekonomi di daerah.

Wakil Menteri Perdagangan, Dyah Roro Esti Widya Putri, menyampaikan bahwa pemerintah bekerja sama dengan asosiasi distributor dan pelaku usaha ritel modern di seluruh Indonesia guna menghadirkan berbagai program diskon bagi konsumen. Program tersebut diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan selama bulan puasa hingga Lebaran.

Dalam kunjungan kerjanya ke salah satu pusat ritel modern di Kota Batam, Kepulauan Riau, Selasa (10/03/2026), Roro meninjau secara langsung implementasi program diskon yang telah disiapkan oleh pelaku usaha.

“Kami hari ini mengunjungi salah satu ritel modern yakni Hypermart di Kota Batam, dan kami melihat berbagai macam skema diskon yang ditawarkan kepada masyarakat,” kata Wamen Roro di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (10/03/2026).

Menurut Roro, sejumlah program diskon digelar untuk menarik minat belanja masyarakat, di antaranya program Belanja di Indonesia Aja (BINA) Diskon serta Friday Mubarak. Kedua program tersebut memberikan potongan harga bagi berbagai kebutuhan pokok hingga produk gaya hidup.

Program Friday Mubarak, misalnya, berlangsung sejak 11 Februari hingga 31 Maret 2026. Dalam program ini, sejumlah bahan kebutuhan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula ditawarkan dengan potongan harga sekitar 40 hingga 50 persen setiap akhir pekan.

“Kami melihat disini ada banyak paket diskon dan juga paket menarik seperti paket berbuka dan paket sahur. Harapannya dengan skema diskon seperti ini bisa memicu masyarakat untuk berbelanja di ritel modern dan memberikan multiplier effect bagi perekonomian,” ujarnya.

Selain itu, pemerintah juga menggelar program BINA Lebaran yang berlangsung pada 6 hingga 30 Maret 2026. Program ini memberikan potongan harga yang cukup besar, yakni hingga 70 sampai 80 persen, untuk berbagai produk fesyen dan gaya hidup di lebih dari 400 pusat perbelanjaan di seluruh Indonesia.

Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan konsumsi masyarakat, tetapi juga mendukung pergerakan sektor perdagangan menjelang hari raya.

Dalam kesempatan tersebut, Wamendag juga melakukan pemantauan harga sejumlah bahan kebutuhan pokok di ritel yang dikunjungi. Berdasarkan hasil peninjauan, harga sebagian besar komoditas dinilai masih berada dalam kondisi stabil.

“Alhamdulillah harga bahan pokok yang kami pantau masih stabil. Kemarin saat di pasar tradisional kami melihat hanya cabai rawit yang sedikit mengalami kenaikan, sementara komoditas lain masih berada dalam harga acuan,” katanya.

Dari hasil pemantauan di ritel tersebut, harga cabai rawit merah tercatat sekitar Rp56 ribu per kilogram, cabai merah Rp54 ribu per kilogram, dan cabai hijau Rp73 ribu per kilogram. Sementara itu, bawang merah dijual sekitar Rp41 ribu per kilogram dan bawang putih sekitar Rp23 ribu per kilogram.

Adapun harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) tercatat sekitar Rp65.500 per kemasan. Produk pangan lainnya seperti daging rendang beku dijual sekitar Rp130 ribu per kilogram, sedangkan ayam beku berkisar antara Rp53 ribu hingga Rp64 ribu per kilogram.

Kemendag, lanjut Roro, terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah serta Badan Pangan Nasional (Bapanas) untuk memastikan ketersediaan pasokan dan stabilitas harga bahan pokok selama Ramadhan hingga menjelang Idul Fitri.

“Kami selalu bekerja sama dengan pemerintah daerah dan Bapanas untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan stok tersedia,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah pusat yang dinilai membantu menjaga stabilitas harga di daerah.

“Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang sudah dilaksanakan di tingkat daerah bersama para pelaku usaha seperti skema pemberian potongan harga bahan pangan,” kata Amsakar.

Ia menambahkan bahwa berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, kondisi harga bahan pokok di Batam dan wilayah Kepulauan Riau secara umum masih terkendali dengan ketersediaan stok yang mencukupi.

“Alhamdulillah di Batam dan Kepri, harga-harga komoditas terkendali dengan ketersediaan stok yang cukup. Untuk menyambut Idul Fitri, pemerintah menjamin ketersediaan bapok dengan harga yang baik untuk masyarakat,” ujarnya. []

Diyan Febriana Citra.

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews