Ledakan di Masjid Jember, Ibadah Dihentikan dan Area Disterilkan

Ledakan di Masjid Jember, Ibadah Dihentikan dan Area Disterilkan

Bagikan:

JEMBER – Aktivitas ibadah di Masjid Raya Pesona Regency, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, Jawa Timur, dihentikan sementara setelah terjadi ledakan saat pelaksanaan salat tarawih, Senin (16/03/2026) malam. Aparat kepolisian menutup area dan melakukan sterilisasi guna memastikan keamanan jemaah.

Ledakan yang terjadi sekitar pukul 19.30 WIB itu membuat jemaah panik dan menghentikan ibadah. Sumber suara keras diduga berasal dari area dekat tempat wudhu laki-laki di dalam kompleks masjid.

Ketua Takmir Masjid Raya Pesona Regency, Muhammad Fadil, menjelaskan bahwa suara ledakan terdengar hingga ke luar area masjid. “Bahkan sampai ke bagian sebelah sana kedengaran katanya, sampai dari luar juga terdengar,” ujarnya, sebagaimana dilansir Kompas, Selasa, (17/03/2026).

Akibat insiden tersebut, sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan. “Kerusakannya itu plafon, terus etalase buku-buku termasuk juga roster,” urainya.

Fadil menambahkan, dugaan sementara sumber ledakan berasal dari sebuah lemari yang sudah lama tidak digunakan di area masjid. “Tadi juga disebutkan sumber ledakan itu diduga dari lemari. Ada lemari yang memang terlantar, tidak dipakai,” terangnya.

Peristiwa ini juga menyebabkan satu jemaah mengalami gangguan pendengaran dan harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soebandi. “Sementara orangnya masih di UGD karena kena gangguan pendengaran,” kata Fadil.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Kepolisian Resor (Polres) Jember, Angga Riatma, mengatakan pihaknya belum dapat memastikan penyebab ledakan karena proses penyelidikan masih berlangsung. “Untuk saat kami belum bisa menyimpulkan dugaan sementara karena masih awal dan belum melakukan olah TKP lanjutan,” kata Angga.

Polisi telah menetapkan status status quo di lokasi dan memasang garis pembatas untuk mencegah warga mendekat. “Kita lakukan status quo perimeter dan menghimbau masyarakat untuk tidak mendekat ke posisi ledakan tersebut,” terangnya.

Tim Identifikasi (Inafis) dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Jember telah melakukan olah TKP. Selain itu, polisi juga berkoordinasi dengan Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur untuk memastikan tidak ada potensi bahaya lanjutan.

“Siang ini (17/03/2026) ini kita berkoordinasi dengan Jibom untuk melakukan sterilisasi,” ucap Angga.

Hingga proses penyelidikan selesai, aktivitas ibadah di masjid tersebut untuk sementara dihentikan. Aparat kepolisian masih berjaga di lokasi guna mengamankan area serta mendalami penyebab pasti ledakan. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Kriminal