Gempa M4 Guncang Sumba Barat, BMKG Minta Warga Tetap Tenang

Gempa M4 Guncang Sumba Barat, BMKG Minta Warga Tetap Tenang

Bagikan:

SUMBA BARAT – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat tetap tenang dan hanya mengacu pada informasi resmi setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 4 mengguncang wilayah Kabupaten Sumba Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (17/06/2026) pagi.

Gempa yang terjadi pukul 09.08 Wita itu dirasakan warga di Kabupaten Sumba Barat (Sumbar) dan Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD). Hingga kini, belum terdapat laporan korban jiwa maupun kerusakan bangunan akibat peristiwa tersebut.

Kepala Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menjelaskan bahwa hasil analisis BMKG menunjukkan gempa tersebut merupakan gempa dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.

“Hasil analisis BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) menunjukkan bahwa gempa bumi ini memiliki parameter pembaruan dengan magnitudo 4,” kata Arief kepada wartawan di Kupang, Rabu.

Berdasarkan data BMKG, pusat gempa berada pada koordinat 9,56 derajat Lintang Selatan dan 119,4 derajat Bujur Timur atau sekitar 11 kilometer timur laut Waikabubak, Sumbar. Gempa terjadi pada kedalaman 6 kilometer (km).

“Gempa yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat aktivitas sesar aktif,” ujar Arief.

Menurut BMKG, guncangan gempa di Sumbar dirasakan dengan intensitas IV MMI (Modified Mercalli Intensity), yakni getaran dirasakan banyak orang di dalam rumah dan sebagian orang di luar rumah. Pada tingkat ini, pintu dan jendela dapat berderik serta getaran terasa seperti truk besar yang melintas.

Sementara itu, di SBD, getaran tercatat pada intensitas II-III MMI. Warga merasakan getaran ringan hingga sedang yang menyerupai lintasan kendaraan berat.

Hasil pemantauan BMKG menunjukkan belum terjadi gempa susulan atau aftershock setelah gempa utama. Kondisi tersebut memberikan indikasi bahwa aktivitas kegempaan masih berada dalam pengawasan otoritas terkait.

Arief mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan tetap mengikuti perkembangan resmi dari BMKG terkait aktivitas seismik di wilayah Sumba dan sekitarnya.

“Warga diharapkan tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” kata Arief, sebagaimana diberitakan Kompas, Rabu, (17/06/2026).

Meski tidak menimbulkan dampak signifikan, peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat di wilayah rawan gempa untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi aktivitas tektonik yang sewaktu-waktu dapat terjadi. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Breaking News Peristiwa