SAMARINDA – Longsor yang terjadi di kawasan Jalan Suwandi Blok B Nomor 37, Kelurahan Gunung Kelua, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Senin (06/04/2026) malam, merusak bagian belakang sebuah rumah warga dan menjebol dinding dapur. Meski peristiwa yang terjadi sekitar pukul 22.00 WITA itu sempat memicu kepanikan penghuni dan warga sekitar, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Peristiwa bermula saat penghuni rumah, Rizky Akhmad Muhlisin, melihat adanya retakan pada dinding rumah sebelum material tanah dari tebing di belakang bangunan bergerak turun dengan cepat. “Saya sedang duduk di depan rumah dan melihat sudah ada retakan di dinding. Pas lagi nongkrong tiba-tiba dindingnya jatuh dan itu kena longsor semua,” ujar Rizky, sebagaimana diberitakan Tribun Kaltim, Senin (06/04/2026).
Bagian dapur menjadi area yang mengalami kerusakan paling parah akibat tertimpa material longsoran. Beruntung, saat kejadian seluruh anggota keluarga tengah berada di ruang tamu sehingga tidak ada yang tertimpa reruntuhan. “Keluarga kebetulan lagi istirahat di ruang tamu dan bagian dapur kosong. Alhamdulillah semua selamat,” tambah Rizky.
Usai kejadian, penghuni rumah bersama warga sekitar langsung melakukan pembersihan awal untuk mengamankan area terdampak sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari petugas.
Sementara itu, Muhammad Randa dari Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda membenarkan adanya laporan tanah longsor tersebut. “Kami menerima informasi pada pukul 23.17 WITA dari laporan warga melalui WhatsApp call center BPBD,” kata Randa.
Menurut hasil asesmen awal, longsor dipicu oleh pergerakan tanah pada tebing yang labil di belakang rumah warga. “Material jatuh menimpa rumah milik Djemangin,” jelasnya.
BPBD Kota Samarinda mencatat satu kepala keluarga dengan dua jiwa terdampak dalam kejadian ini. Petugas TRC telah memasang police line di sekitar lokasi serta melakukan asesmen lanjutan guna mengantisipasi longsor susulan.
“Kami mengimbau penghuni untuk mengurangi aktivitas di area longsor,” ucap Randa lagi.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD juga menyiapkan terpal untuk menutup jalur aliran air agar tanah tidak kembali bergerak saat hujan turun. Pemantauan kondisi tebing masih terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga di sekitar lokasi. []
Redaksi05

