GRESIK – Seorang pria berinisial ANT alias Copet (36), warga Desa Hulaan, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, mengalami luka parah setelah menjadi korban pembacokan oleh seorang pria berinisial S pada Rabu pagi, (08/04/2026). Korban menderita sejumlah luka sabetan senjata tajam di beberapa bagian tubuh dan harus menjalani perawatan intensif di rumah sakit.
Peristiwa berdarah itu terjadi sekitar pukul 08.30 WIB saat korban berjalan keluar dari gang sambil menelepon seseorang. Berdasarkan keterangan saksi, tidak lama kemudian pelaku S datang mengendarai sepeda motor Yamaha Mio berwarna merah dan mengenakan jaket hoodie abu-abu.
Keduanya kemudian terlihat masuk ke dalam gang dan sempat berbicara. Saat itu korban berjalan kaki, sedangkan pelaku tetap berada di atas sepeda motor. Situasi kemudian memanas hingga berujung cekcok mulut.
Menurut keterangan saksi, pelaku lalu turun dari sepeda motor dan mengeluarkan sebilah pisau dari balik pakaian. Sarung pisau sempat terjatuh di lokasi kejadian. Menyadari ancaman tersebut, korban berusaha melarikan diri ke area tanah kosong, namun dikejar oleh pelaku.
Di lokasi itulah pelaku diduga menyerang korban secara brutal dengan senjata tajam hingga korban tersungkur di rerumputan. Warga yang mengetahui kejadian tersebut segera memberikan pertolongan, sementara pelaku melarikan diri dari tempat kejadian perkara.
“Pelaku membacok tubuh korban berkali-kali dengan pisau. Korban mengalami luka bacok di beberapa bagian tubuh dan dibawa ke RS Eka Husada untuk perawatan medis,” beber Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Menganti Arif Rahman kepada awak media, sebagaimana diberitakan Kabarbaik, Rabu, (08/04/2026).
Akibat serangan itu, korban mengalami luka di bagian kaki, lutut, paha, tangan, bahu, dan sejumlah bagian tubuh lainnya. Darah sempat bercucuran deras, namun korban dilaporkan masih selamat.
Polisi telah mengamankan barang bukti berupa sarung pisau dan helm yang diduga milik pelaku. Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas juga masih memburu pelaku S yang hingga kini belum tertangkap.
Informasi awal yang dihimpun menyebutkan, tiga hari sebelum kejadian pelaku sempat menghubungi korban dan meminta share location (shareloc) dengan alasan mengajak bertemu untuk minum kopi. Pertemuan tersebut justru berujung aksi kekerasan yang kini masih dalam penyelidikan kepolisian.
Kasus ini menambah perhatian terhadap tindak kekerasan di lingkungan permukiman warga. Polisi diharapkan segera mengungkap motif pembacokan serta menangkap pelaku guna memberikan rasa aman bagi masyarakat setempat. []
Redaksi05

