Dua Rumah di Patrang Jember Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Dua Rumah di Patrang Jember Terbakar, Diduga Akibat Korsleting Listrik

Bagikan:

JEMBER – Dua rumah warga di Lingkungan Patrang Tengah, Rukun Tetangga (RT) 06/Rukun Warga (RW) 09, Kelurahan Patrang, Kecamatan Patrang, Kabupaten Jember, dilanda kebakaran pada Rabu (15/04/2026) malam. Peristiwa yang diduga dipicu korsleting listrik itu berhasil ditangani cepat oleh tim gabungan sehingga tidak menimbulkan korban jiwa, meski kerugian material dilaporkan cukup besar.

Kebakaran pertama kali dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.45 WIB dari rumah milik Nur Cahyo Hadi (62). Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember menerima laporan kejadian sekitar pukul 20.00 WIB dan segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal.

“Api pertama kali muncul dari ruang tengah rumah korban, kemudian dengan cepat membesar dan membakar bagian atap rumah,” ujar anggota TRC BPBD Jember, Didi Teguh, sebagaimana dilansir Jember Satu, Rabu (15/04/2026).

Api kemudian merambat ke rumah milik Aris Susanto (35) yang berada tepat di sebelah lokasi awal kebakaran. Sebelum petugas pemadam kebakaran tiba, warga setempat sempat melakukan upaya pemadaman secara mandiri menggunakan peralatan seadanya guna mencegah api meluas.

Petugas Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) tiba di lokasi sekitar pukul 20.10 WIB dan langsung melakukan proses pemadaman. Setelah hampir satu jam penanganan, api berhasil dikendalikan sepenuhnya sekitar pukul 21.00 WIB.

Akibat insiden tersebut, rumah Nur Cahyo Hadi mengalami kerusakan berat pada bagian atap dengan luas bangunan sekitar 6 x 8 meter. Sejumlah perabot rumah tangga dan dokumen penting milik korban turut hangus terbakar.

Sementara itu, rumah Aris Susanto yang dihuni enam jiwa, termasuk dua balita, mengalami kerusakan ringan pada bagian atap. Namun, sebagian besar isi rumah dilaporkan ikut terdampak kobaran api.

“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Namun, kerugian material cukup besar karena banyak barang yang tidak sempat diselamatkan,” kata Firman Arifianto dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Jember.

Pasca kebakaran, para korban sementara mengungsi di rumah tetangga terdekat. Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Damkar, dan relawan telah melakukan asesmen serta penanganan awal di lokasi kejadian.

Di sisi lain, petugas Perusahaan Listrik Negara (PLN) juga melakukan perbaikan jaringan listrik yang terdampak. Pemadaman listrik sempat terjadi di sekitar lokasi dan menjadi salah satu kendala saat proses penanganan berlangsung.

BPBD Jember bersama pihak kelurahan dijadwalkan menggelar kerja bakti pada Kamis (16/04/2026) untuk membersihkan sisa material kebakaran. Bantuan logistik bagi warga terdampak juga disebut segera disalurkan sebagai bagian dari proses pemulihan.

Didi turut mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi korsleting listrik dengan memeriksa instalasi listrik rumah secara berkala.

“Kami mengingatkan warga untuk memastikan kabel dan instalasi listrik dalam kondisi aman guna mencegah kejadian serupa,” ujarnya.

Pemerintah setempat juga mendorong semangat gotong royong warga dalam membantu pemulihan rumah korban agar aktivitas keluarga terdampak dapat segera kembali normal. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa