Oknum Polisi dan ASN Digerebek Saat Selingkuh di Nganjuk, Mobil Jadi Sasaran Amuk Massa

Oknum Polisi dan ASN Digerebek Saat Selingkuh di Nganjuk, Mobil Jadi Sasaran Amuk Massa

Bagikan:

NGANJUK – Dugaan pelanggaran etik yang melibatkan seorang pria yang disebut sebagai anggota Kepolisian Resor (Polres) Nganjuk dan seorang perempuan yang diduga Aparatur Sipil Negara (ASN) berujung penggerebekan oleh warga di sebuah rumah kontrakan di Perumahan Griya Anjuk Ladang 3, Kelurahan Begadung, Kecamatan Nganjuk, Jumat (17/04/2026) sore.

Peristiwa itu dipicu kecurigaan keluarga pihak perempuan yang mengikuti pergerakan korban hingga memasuki rumah kontrakan tersebut. Setelah keduanya berada di dalam cukup lama, keluarga bersama warga mendatangi lokasi dan melakukan penggerebekan.

Saat proses penggerebekan berlangsung, sebuah mobil yang terparkir di depan rumah menjadi sasaran amarah warga. Kendaraan tersebut mengalami kerusakan, mulai dari ban yang dikempiskan hingga goresan pada bagian bodi.

Sekitar pukul 17.20 WIB, kedua terduga keluar dari pintu samping rumah dengan pengawalan petugas. Perempuan berinisial AN yang diduga Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Nganjuk menutupi wajahnya dengan handuk, sementara pria berinisial D berjalan menunduk menuju kendaraan petugas.

Kepala Seksi Profesi dan Pengamanan (Kasi Propam) Polres Nganjuk Heri Buntoro menyatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan terkait kasus tersebut. “Nanti saja, ini masih proses,” ujarnya singkat, sebagaimana dilansir Kompas, Jumat, (17/04/2026).

Saat dikonfirmasi lebih lanjut mengenai identitas dan status pria tersebut, Heri belum memberikan kepastian. “Belum tahu, belum tahu,” ucapnya. Ia juga belum bersedia mengungkap identitas lengkap yang bersangkutan. “Nanti kita kabari,” papar Heri.

Salah satu anggota keluarga perempuan yang berada di lokasi menyatakan keyakinannya terkait identitas pria tersebut. “Pasti anggota Polres Nganjuk,” ujar salah satu keluarga perempuan yang enggan disebutkan namanya.

Keterangan lain disampaikan oleh Duka, keluarga dari suami perempuan tersebut, yang menjelaskan kronologi penggerebekan. “Kronologi penggembokan ini dia (si perempuan) diikuti dari luar sama adiknya perempuan itu. Diikuti dari jauh, lama-lama terus masuk sini, ditunggu dua-duanya masuk, lama enggak (keluar),” ungkapnya.

Duka menyebut, rumah kontrakan tersebut telah disewa sejak November 2025 dan keberadaan keduanya sudah lama menjadi perhatian warga sekitar. “Tugasnya di Polres Nganjuk, katanya Polres Nganjuk. Cuma di rumah kontrakannya enggak dikasih tahu kalau itu anggota,” bebernya.

Ia juga mengungkapkan bahwa kecurigaan keluarga telah muncul sejak dua tahun terakhir. “Sudah dua tahun yang lalu, sudah bertengkar suami istri. Jadi yang suami itu dapat info dari teman-temannya bahwa istrinya selingkuh, tapi kan enggak ada bukti, hanya foto-foto enggak jelas. Sama adiknya diikuti, terakhir-terakhir ini ketemu mulai hari ini tadi,” paparnya.

Penggerebekan dilakukan oleh pihak keluarga tanpa keterlibatan awal aparat, sementara tindakan perusakan kendaraan terjadi karena kedua terduga tidak segera keluar saat diminta. Hingga kini, kasus tersebut masih dalam penanganan Propam untuk memastikan ada atau tidaknya pelanggaran disiplin maupun etik.[]

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa