Pelaku Pembacokan di Pulau Kodingareng Menyerahkan Diri, Nelayan Tewas Tragis

Pelaku Pembacokan di Pulau Kodingareng Menyerahkan Diri, Nelayan Tewas Tragis

Bagikan:

MAKASSAR – Penyerahan diri pelaku pembacokan maut di Pulau Kodingareng, Kecamatan Ujung Tanah, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menjadi titik awal pengungkapan kasus yang menewaskan seorang nelayan berinisial MA (37) pada Senin (20/04/2026) malam.

Peristiwa berdarah itu bermula dari aksi penganiayaan menggunakan senjata tajam jenis parang di kawasan permukiman warga pulau. Korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi setelah mengalami luka parah akibat sabetan senjata tersebut.

Kepala Unit Pidana Umum (Kanit Pidum) Kepolisian Resor (Polres) Pelabuhan Makassar, Dewa Yudha, menyampaikan bahwa pelaku berinisial I (40) tidak melarikan diri, melainkan langsung mendatangi aparat untuk menyerahkan diri setelah kejadian.

“Kejadian penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia. Pelaku berinisial I, yang berusia 40 tahun. Kami menjemput korban di sana beserta dengan keluarganya,” kata Dewa Yudha, sebagaimana diberitakan Herald Sulsel, Selasa, (21/04/2026).

Ia menambahkan, pelaku kini telah diamankan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut, sementara barang bukti turut disita oleh penyidik.

“Pelaku menyerahkan diri sendiri ke Polres Pelabuhan makassar. Barang bukti saat ini, sudah diamankan di Polres Pelabuhan,” ujar Dewa Yudha.

Warga setempat sempat berupaya memberikan pertolongan pertama kepada korban sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Suasana duka menyelimuti lokasi kejadian, bahkan sebuah rekaman video memperlihatkan keluarga korban histeris saat mengetahui kondisi korban yang tergeletak bersimbah darah.

Untuk menangani kasus ini, jajaran Polres Pelabuhan Makassar harus menempuh perjalanan laut sekitar 45 menit menuju lokasi kejadian di Pulau Kodingareng. Setelah itu, pelaku dibawa ke daratan Makassar untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, proses evakuasi jenazah dilakukan menggunakan kantong jenazah dan dibawa ke daratan dengan speed boat. Tim Kedokteran dan Kepolisian (Dokpol) Kepolisian Daerah (Polda) Sulsel kemudian melakukan identifikasi awal sebelum jenazah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk autopsi.

Dewa Yudha mengungkapkan korban mengalami luka serius di bagian perut akibat serangan tersebut, yang menjadi penyebab utama kematiannya.

“Luka korban di bagian perutnya. Ada organ tubuhnya keluar. Pekerjaan korban dan pelaku ini sama-sama nelayan,” tutupnya.

Hingga kini, motif di balik aksi pembacokan masih dalam penyelidikan aparat kepolisian. Kasus ini menjadi perhatian karena melibatkan sesama warga kepulauan yang sehari-hari berprofesi sebagai nelayan, serta menimbulkan kekhawatiran akan keamanan di wilayah permukiman pulau. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Kriminal