ABK KM Cemara Nusantara 6 Hilang di Pelabuhan Trisakti, Tim SAR Sisir Sungai

ABK KM Cemara Nusantara 6 Hilang di Pelabuhan Trisakti, Tim SAR Sisir Sungai

Bagikan:

BANJARMASIN – Tim Search and Rescue (SAR) gabungan memperluas penyisiran di perairan Pelabuhan Trisakti, Kota Banjarmasin, untuk mencari seorang Anak Buah Kapal (ABK) KM Cemara Nusantara 6 yang dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh ke sungai pada Jumat (01/05/2026) dini hari. Pencarian dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pendeteksi bawah air di tengah kondisi arus sungai yang berubah-ubah.

Korban diketahui bernama Prasetyo Adi Wibowo (24), warga Temanggung, Jawa Tengah. Ia diduga jatuh ke perairan sekitar pukul 02.30 Wita saat hendak naik ke kapal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban diduga terpeleset ketika menaiki kapal. Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan, namun derasnya arus sungai membuat korban terseret hingga menghilang.

Menerima laporan kejadian tersebut, Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Banjarmasin memberangkatkan tujuh personel menuju lokasi sekitar pukul 05.30 Wita melalui Dermaga SAR Basirih.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, di antaranya Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Laut, Polisi Air dan Udara (Polairud) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Banjarmasin, Kepolisian Sektor (Polsek) Pelabuhan, tim water rescue, serta kru KM Cemara Nusantara 6.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin, I Putu Sudayana, selaku Search and Rescue Mission Coordinator (SMC), mengatakan pencarian difokuskan di sekitar titik korban diduga jatuh ke sungai, sebagaimana diberitakan Jurnal Kalimantan, Jumat (01/05/2026).

“Tim memanfaatkan teknologi Aqua Eye untuk mendeteksi objek di bawah air, yang nantinya akan ditindaklanjuti dengan penyelaman jika situasi memungkinkan,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi cuaca di lokasi pencarian relatif mendukung, namun arus sungai menjadi tantangan utama dalam operasi SAR karena dapat berubah sewaktu-waktu.

Sudayana juga mengingatkan pentingnya penerapan keselamatan kerja di lingkungan pelabuhan, termasuk penggunaan alat pelindung diri berupa jaket pelampung saat beraktivitas di area berisiko.

Hingga Jumat (01/05/2026) siang, korban masih belum ditemukan. Tim SAR gabungan terus memperluas area pencarian dengan mempertimbangkan arah arus sungai dan memperkuat koordinasi lintas instansi guna mempercepat proses evakuasi. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa