BEKASI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mengingatkan warga di bantaran Kali Bekasi untuk meningkatkan kewaspadaan setelah luapan air dari wilayah hulu merendam sejumlah permukiman di tiga kecamatan pada Selasa (05/05/2026) dini hari. Sedikitnya ratusan kepala keluarga terdampak banjir dengan ketinggian air bervariasi hingga mencapai 150 sentimeter.
Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Bekasi, Wisnu Subroto, mengatakan kenaikan tinggi muka air (TMA) terjadi akibat kiriman air dari kawasan hulu yang sempat membuat titik pertemuan Cileungsi dan Cikeas (P2C) berada pada status Siaga 3.
“Air kiriman dari hulu sempat meningkatkan TMA, khususnya di P2C. Namun saat ini trennya berangsur menurun,” ujar Wisnu, sebagaimana dilansir Kompas, Selasa, (05/05/2026).
Berdasarkan data BPBD Kota Bekasi, TMA di P2C sempat mencapai 535 sentimeter pada pukul 00.00 WIB sebelum turun menjadi 361 sentimeter pada pukul 06.00 WIB. Kondisi serupa juga terjadi di titik Cikeas yang mengalami penurunan dari 411 sentimeter menjadi 199 sentimeter.
Meski debit air mulai surut, banjir masih menggenangi sejumlah wilayah permukiman. Di Kecamatan Jatiasih, air merendam Vila Jatirasa RW 11, Kelurahan Jatirasa, dengan ketinggian sekitar 15 hingga 20 sentimeter.
Sementara itu, genangan lebih tinggi terjadi di Kecamatan Bekasi Timur. Di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, ketinggian air mencapai 70 hingga 100 sentimeter. Selain itu, Kampung Lengkak di Kelurahan Bekasi Jaya turut terdampak banjir setinggi sekitar 100 sentimeter yang memengaruhi 55 kepala keluarga.
“Selain itu, Kampung Lengkak di Kelurahan Bekasi Jaya terendam banjir setinggi sekitar 100 sentimeter dan berdampak pada 55 kepala keluarga,” jelas Wisnu.
Genangan juga terjadi di Gang Semar, Kelurahan Bekasi Jaya, dengan ketinggian air berkisar 50 hingga 80 sentimeter.
Di Kecamatan Bekasi Utara, banjir merendam Kampung Lebak, Kelurahan Teluk Pucung, dengan ketinggian air mencapai 80 hingga 150 sentimeter. Sedikitnya 150 kepala keluarga terdampak dalam peristiwa tersebut. Selain itu, RW 07 Kelurahan Margamulya juga mengalami genangan setinggi 20 hingga 50 sentimeter.
BPBD Kota Bekasi telah mengerahkan petugas ke sejumlah lokasi terdampak guna membantu proses evakuasi dan penanganan darurat. Warga diminta tetap waspada terhadap potensi kenaikan air susulan, terutama yang tinggal di sekitar bantaran kali.
BPBD juga mengimbau masyarakat mengamankan dokumen penting, mematikan aliran listrik untuk menghindari korsleting, serta menyiapkan perlengkapan darurat selama cuaca ekstrem masih berlangsung.
“Kami imbau agar masyarakat tetap tenang, tidak panik, dan terus mengikuti arahan petugas di lapangan, serta memantau informasi resmi terkait perkembangan tinggi muka air secara berkala,” tutur Wisnu. []
Redaksi05

