PURWOKERTO – Kebakaran yang melanda bangunan kantin dan pos SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto, Kelurahan Pasir Kidul, Kecamatan Purwokerto Barat, Kabupaten Banyumas, Sabtu (09/05/2026) dini hari, diduga dipicu korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun api sempat membuat warga sekitar panik setelah terdengar suara gemeretak dari area sekolah.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.40 WIB di Grumbul Banaran RT 2 RW 1. Warga yang terbangun karena suara mencurigakan mendapati kobaran api telah membesar dan membakar sebagian bangunan sekolah.
Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pemadam Kebakaran (Damkar) Banyumas, Andaru Budi Laksono, mengatakan laporan pertama diterima petugas melalui layanan call center pada pukul 02.44 WIB.
“Petugas Regu 1 Pos Damkar Induk langsung bergerak menuju lokasi setelah menerima laporan dari warga,” ujar Andaru, sebagaimana dilansir Tribun Banyumas, Sabtu (09/05/2026).
Laporan kebakaran pertama kali disampaikan warga bernama Dias RA. Berdasarkan keterangan saksi bernama Kholis, suara gemeretak terdengar dari luar rumah saat dirinya sedang tidur bersama keluarga.
“Kemudian saksi keluar rumah untuk mengecek situasi dan mendapati api sudah membakar bangunan gedung kantin dan pos sekolah,” jelasnya.
Mengetahui adanya kebakaran, warga sekitar langsung berupaya meminta bantuan dan menghubungi petugas Damkar Banyumas. Tim pemadam kemudian berangkat menuju lokasi pada pukul 02.47 WIB dan tiba sekitar 11 menit kemudian.
Petugas gabungan dari Regu 1 Pos Damkar Induk dan Regu 3 Pos Damkar Kembaran segera melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain di lingkungan sekolah. Api akhirnya berhasil dikendalikan dan dipadamkan sekitar pukul 03.45 WIB.
Selain personel Damkar, proses penanganan juga melibatkan Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), relawan, dan masyarakat sekitar yang turut membantu pengamanan lokasi kebakaran.
Bangunan sekolah tersebut diketahui milik Dyan Aristi Utami selaku Kepala Sekolah SMK Muhammadiyah 1 Purwokerto. Hingga kini, nilai kerugian akibat kebakaran masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.
Andaru memastikan seluruh perlengkapan pemadaman dalam kondisi lengkap dan dapat digunakan optimal saat proses penanganan berlangsung. Sementara itu, korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut dilaporkan nihil. []
Redaksi05

