KLUNGKUNG – Seorang lanjut usia (lansia) bernama Putu Sumendra ditemukan meninggal dunia di area belakang rumahnya di Jalan Hawai, Kelurahan Semarapura Kelod, Kabupaten Klungkung, Bali, Sabtu (09/05/2026) pagi. Korban sebelumnya sempat dicari keluarga sejak Jumat (08/05/2026) malam setelah tidak ditemukan di dalam rumah.
Kepala Seksi (Kasi) Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resor (Polres) Klungkung, I Made Nyoman Alit Purnawibawa, membenarkan adanya penemuan jenazah tersebut. Korban pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya sekitar pukul 06.30 Wita.
“Benar, telah ditemukan mayat laki-laki atas nama Putu Sumendra 74 tahun, di Jalan Hawai, Semarapura Kelod. Korban ditemukan oleh saksi yang merupakan anak kandungnya sendiri di area belakang rumah,” ujar Alit, sebagaimana diberitakan Detikbali, Sabtu, (09/05/2026).
Peristiwa itu bermula pada Jumat (08/05/2026) sekitar pukul 17.30 Wita saat anak korban, Ketut Surya Hermawan, datang ke rumah untuk menjenguk sekaligus membawakan makanan. Namun, saat tiba di rumah, ia tidak menemukan ayahnya berada di dalam rumah.
Karena khawatir, Surya kemudian menghubungi kakaknya, Nyoman Surya Dharma, untuk mencari keberadaan korban. Keduanya menyisir sejumlah wilayah di Kabupaten Klungkung hingga mendatangi rumah kerabat, tetapi korban belum ditemukan hingga dini hari.
“Saksi sempat melakukan pencarian hingga pukul 00.30 Wita dini hari namun hasilnya nihil. Baru pada pagi harinya, saat saksi kembali memeriksa area sekitar rumah, korban ditemukan di ujung tembok belakang sebelah utara,” jelas Alit.
Saat ditemukan, korban berada dalam posisi terlentang dengan tubuh miring ke kiri dan kepala menghadap ke selatan. Polisi menduga korban telah meninggal dunia lebih dari 24 jam sebelum ditemukan.
“Pada tubuh korban ditemukan luka melepuh di bagian pinggang dan kaki, diduga akibat terpapar sinar matahari dalam waktu lama. Selain itu, keluar darah dari telinga dan mulut yang diindikasikan akibat benturan saat terjatuh atau pecahnya pembuluh darah,” tambahnya.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban tinggal bersama istrinya yang juga sudah lanjut usia serta seorang anak yang menderita stroke. Korban diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes, hipertensi, dan mengalami pikun.
Pihak keluarga menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan menolak dilakukan autopsi. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Klungkung untuk penanganan lebih lanjut.
“Keluarga sudah mengikhlaskan dan tidak ada kecurigaan terhadap pihak manapun. Saat ini jenazah sudah dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Klungkung untuk penanganan lebih lanjut,” tutup Alit. []
Redaksi05

