HALMAHERA UTARA – Aktivitas vulkanik Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara, Provinsi Maluku Utara, kembali meningkat setelah gunung tersebut mengalami erupsi pada Selasa (12/05/2026) pukul 14.45 Waktu Indonesia Timur (WIT). Letusan menghasilkan kolom abu setinggi 4.300 meter di atas puncak gunung dan mengarah ke barat laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Dukono, Hanhan Handayani, mengatakan erupsi masih berlangsung ketika laporan dibuat. Abu vulkanik terpantau berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang sampai tebal.
“Terjadi erupsi gunung Dukono, Maluku Utara pada tanggal 12 Mei 2026 pukul 14:45 WIT, dengan tinggi kolom abu teramati 4.300 meter,” kata Hanhan, sebagaimana dilansir Kompas pada Selasa, (12/05/2026).
Menurut Hanhan, aktivitas erupsi tercatat melalui alat seismograf dengan amplitudo 34 milimeter dan durasi letusan selama 53,80 detik.
“Erupsi ini terekam pada seismogram dengan amplitudo 34 milimeter dan durasi 53.80 detik. Erupsi masih berlangsung saat laporan sedang dibuat,” ujarnya.
Gunung Dukono yang memiliki ketinggian 1.087 meter di atas permukaan laut (Mdpl) saat ini berada pada Status Level II atau Waspada. Masyarakat dan wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas di sekitar kawah Malupang Warirang dalam radius empat kilometer dari pusat erupsi.
Hanhan juga mengingatkan bahwa letusan disertai abu vulkanik dapat terjadi secara berkala dengan arah sebaran mengikuti kondisi angin, sehingga wilayah terdampak abu dapat berubah sewaktu-waktu.
“Maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker atau penutup hidung, dan mulut untuk digunakan pada saat dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernafasan,” pungkasnya.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengimbau warga tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan abu serta mematuhi seluruh rekomendasi keselamatan selama aktivitas Gunung Dukono masih fluktuatif. []
Redaksi05

