Serangan Israel di Gaza Tewaskan 8 Orang, Tiga di Antaranya Pekerja Dapur Komunitas

Serangan Israel di Gaza Tewaskan 8 Orang, Tiga di Antaranya Pekerja Dapur Komunitas

Bagikan:

GAZA – Serangan udara Israel kembali menghantam fasilitas sipil di Jalur Gaza dan menewaskan sedikitnya delapan warga Palestina pada Minggu (17/05/2026). Tiga korban di antaranya merupakan pekerja dapur komunitas di Deir el-Balah yang selama ini melayani kebutuhan pangan warga di tengah krisis kemanusiaan.

Laporan media Al Jazeera menyebut serangan tersebut menghantam area dapur komunitas yang menjadi tempat distribusi bantuan makanan bagi masyarakat Gaza. Serangan itu menambah panjang daftar korban sipil dalam konflik berkepanjangan di wilayah tersebut.

Jurnalis Al Jazeera, Hind Khoudary, mengatakan serangan terhadap dapur komunitas memperlihatkan fasilitas pelayanan masyarakat ikut terdampak dalam eskalasi perang yang terus berlangsung.

“Ini menunjukkan bahwa Israel tidak hanya menargetkan individu, tetapi juga organisasi yang melayani masyarakat Gaza,” kata Hind Khoudary, sebagaimana dilansir Sinpo, Minggu (17/05/2026).

Kelompok Hamas mengecam serangan tersebut dan menyebutnya sebagai tindakan yang disengaja terhadap warga sipil. Hamas juga menuding komunitas internasional gagal menghentikan operasi militer Israel di Gaza.

Mereka menyebut serangan itu sebagai “kejahatan perang yang disengaja” dan bagian dari “genosida berkelanjutan terhadap rakyat Gaza.”

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan jumlah korban tewas akibat perang sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai sedikitnya 72.760 orang. Dari jumlah tersebut, 871 korban dilaporkan meninggal sejak dimulainya gencatan senjata pada Oktober tahun lalu.

Di sisi lain, Israel mengklaim serangan terbaru juga menewaskan seorang komandan Hamas bernama Bahaa Baroud. Namun, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari Hamas terkait klaim tersebut.

Militer Israel juga menyatakan pasukannya menembak seorang warga di zona buffer atau “garis kuning” karena dianggap membawa ancaman bersenjata terhadap personel keamanan.

Konflik yang terus berlangsung di Gaza menyebabkan situasi kemanusiaan semakin memburuk. Selain korban jiwa yang terus bertambah, serangan terhadap fasilitas publik dan layanan bantuan disebut memperumit distribusi kebutuhan dasar bagi warga sipil di wilayah tersebut. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang