Polisi Gagalkan Peredaran 32 Kg Sabu Asal Malaysia di Jakarta

Polisi Gagalkan Peredaran 32 Kg Sabu Asal Malaysia di Jakarta

Bagikan:
JAKARTA – Upaya peredaran 32 kilogram narkotika jenis sabu jaringan internasional di wilayah Jakarta dan sekitarnya berhasil digagalkan Direktorat Reserse Narkotika dan Obat-obatan Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya. Seorang pria berinisial VAR (32) ditangkap di sebuah apartemen di Kabupaten Bekasi setelah polisi menemukan puluhan kilogram sabu yang diduga berasal dari Malaysia.

Kasus ini terungkap setelah Subdirektorat (Subdit) 3 Direktorat Reserse Narkotika dan Obat-obatan Polda Metro Jaya menerima laporan masyarakat terkait dugaan transaksi narkoba di Jalan Kirana Legacy, Cilincing, Jakarta Utara. Berdasarkan hasil penyelidikan, petugas kemudian memburu pelaku hingga berhasil mengamankannya pada Sabtu (09/05/2026).

Kepala Subdirektorat (Kasubdit) 3 Direktorat Reserse Narkotika dan Obat-obatan Polda Metro Jaya Ade Candra mengatakan, sabu tersebut diduga akan diedarkan di wilayah ibu kota dan sekitarnya.

“Asal barang bukti sabu ini dari Malaysia dan akan diedarkan di wilayah Jakarta dan sekitarnya,” kata Ade, sebagaimana dilansir Kompas, Senin, (18/05/2026).

Saat penangkapan, polisi awalnya menemukan dua kilogram sabu yang dibungkus lakban cokelat dari tangan tersangka. Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, VAR mengaku masih menyimpan narkotika lain di unit apartemennya di Kabupaten Bekasi.

Petugas kemudian melakukan penggeledahan dan menemukan tambahan 29,7 kilogram sabu yang disimpan di rak samping tempat tidur. Total barang bukti yang diamankan mencapai 32 kilogram sabu dalam 28 blok kemasan.

Selain sabu, polisi turut menyita sejumlah barang yang diduga digunakan untuk mendukung aktivitas peredaran narkotika, di antaranya timbangan, pisau cutter, tas, dan telepon genggam.

“Kami menduga sabu tersebut merupakan bagian dari jaringan peredaran narkotika internasional yang beroperasi lintas negara,” ujar Ade.

Saat ini, tersangka VAR telah ditahan di Rumah Tahanan Polda Metro Jaya guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dalam jaringan tersebut serta jalur distribusi narkotika dari luar negeri ke Indonesia. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Kriminal Nasional