BANYUMAS – Kecelakaan maut melibatkan bus antarkota rute Surabaya-Bandung terjadi di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Jateng), Rabu (20/05/2026) dini hari. Bus Sugeng Rahayu dilaporkan oleng lalu menghantam warung kopi dan rumah warga hingga menyebabkan dua orang meninggal dunia, termasuk sopir bus dan pemilik warung yang tengah tertidur di lokasi kejadian.
Peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Kepala Unit (Kanit) Penegakan Hukum (Gakkum) Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banyumas, Metri Zul Utami, mengatakan bus awalnya melaju dari arah timur menuju barat dengan kecepatan sedang sambil membawa 26 penumpang.
“Terjadi kecelakaan lalu lintas pada hari Rabu tanggal 20 Mei 2026 sekitar pukul 03.00 WIB,” kata Metri Zul Utami sebagaimana dilansir CNN Indonesia, Rabu (20/05/2026).
Ia menjelaskan kendaraan yang terlibat dalam kecelakaan tersebut merupakan kendaraan bermotor (KBM) Bus Sugeng Rahayu yang menabrak bangunan warung kopi dan rumah warga di tepi jalan.
“Untuk kendaraan yang terlibat adalah kendaraan KBM [kendaraan bermotor] bus Sugeng Rahayu serta bangunan warung kopi dan rumah,” katanya.
Menurut Metri, sebelum insiden terjadi sopir sempat menurunkan penumpang dan dalam kondisi sehat. Namun sesaat sebelum tiba di lokasi kejadian, pengemudi diduga mendadak kehilangan kesadaran hingga bus keluar jalur.
“Seratus meter sebelum kejadian, sopir tersebut dalam keadaan sehat dan sempat menurunkan penumpang, dengan jumlah penumpang sebanyak 26 orang,” katanya.
“Sopir hilang kesadaran sehingga bus oleng dan melaju ke arah kanan, kemudian menabrak warung kopi dan terhenti di bangunan rumah sekitar 35 meter dari lokasi awal. Saat itu sopir sudah tidak dalam keadaan sadar,” kata Metri.
Akibat kecelakaan itu, sopir bus berinisial EK (52) meninggal dunia. Korban lainnya yakni SD (66), pemilik warung kopi yang saat kejadian sedang tidur di dalam bangunannya.
Petugas kemudian mengevakuasi kedua korban ke rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Selain menimbulkan korban jiwa, kecelakaan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada bangunan warga dengan estimasi kerugian material mencapai Rp20 juta.
Hingga Rabu siang, Satlantas Polresta Banyumas masih melakukan penyelidikan guna memastikan penyebab pasti sopir kehilangan kesadaran sebelum kecelakaan terjadi. []
Redaksi05

