Sidang Korupsi Abdul Wahid Hadirkan Empat Saksi di Tipikor Pekanbaru

Sidang Korupsi Abdul Wahid Hadirkan Empat Saksi di Tipikor Pekanbaru

Bagikan:

PEKANBARU – Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Pekanbaru kembali melanjutkan sidang dugaan korupsi yang menjerat Gubernur Riau nonaktif Abdul Wahid dengan agenda pemeriksaan saksi, Rabu (20/05/2026). Dalam persidangan tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan empat saksi untuk mengungkap dugaan aliran dana dan keterkaitan para pihak dalam perkara itu.

Sidang yang digelar di Pengadilan Tipikor Pekanbaru tersebut menghadirkan saksi Fauzan Kurniawan selaku project manager PT Trifa sekaligus Direktur Utama (Dirut) PT Riau Sepadan, Tomas Larfo sebagai Kepala Biro Administrasi Pembangunan, Iwan Pansa yang menjabat Ketua Pemuda Pancasila (PP) Pekanbaru, serta Hatta Said, karyawan swasta dari Toko Intan Pasar Bawah.

Dalam persidangan, seluruh saksi mengaku mengenal Abdul Wahid, kecuali Hatta Said yang menyatakan hanya mengetahui sosok gubernur nonaktif tersebut tanpa memiliki hubungan dekat.

Para saksi juga membenarkan bahwa mereka sebelumnya telah menjalani pemeriksaan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) oleh penyidik KPK.

Ketua Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK, Meyer Simanjuntak, mengatakan sebenarnya terdapat lima saksi yang dijadwalkan hadir pada persidangan kali ini. Namun, satu saksi tidak dapat memenuhi panggilan sidang karena sedang menjalankan ibadah haji.

“Saksi yang dihadirkan lima orang, namun yang hadir empat orang. Satu orang berhalangan hadir karena sedang naik haji, yaitu Suyadi,” ujar Meyer, sebagaimana diberitakan Riau Aktual, Rabu, (20/05/2026).

Menurut Meyer, Suyadi dalam proses penyidikan disebut sebagai pihak yang menerima uang sebesar Rp20 juta.

Majelis hakim bersama tim JPU KPK turut mendalami hubungan para saksi dengan para terdakwa, termasuk menelusuri dugaan aliran dana serta aktivitas yang masuk dalam konstruksi perkara korupsi tersebut.

Sidang berlangsung dengan pengamanan ketat hingga siang hari. Perkara ini menjadi perhatian publik lantaran melibatkan sejumlah pejabat penting di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Korupsi