AS Siapkan Skenario Konflik Baru dengan Iran di Tengah Negosiasi

AS Siapkan Skenario Konflik Baru dengan Iran di Tengah Negosiasi

Bagikan:

HAMILTON – Pemerintah Amerika Serikat (AS) disebut tengah menyiapkan berbagai skenario menghadapi kemungkinan konflik baru dengan Iran meski jalur diplomasi terkait kesepakatan nuklir masih berlangsung. Langkah itu muncul di tengah meningkatnya kewaspadaan militer dan intelijen AS terhadap potensi eskalasi di kawasan Timur Tengah.

Laporan yang beredar menyebutkan pemerintahan Presiden Donald Trump sedang mempertimbangkan opsi operasi militer tambahan terhadap Iran. Sejumlah persiapan disebut telah dilakukan oleh pemerintah maupun militer AS untuk menghadapi kemungkinan tersebut, sebagaimana diberitakan Antara, Jumat, (23/05/2026).

Media CBS News melaporkan belum ada keputusan final terkait langkah militer yang akan diambil Washington. Namun, sejumlah aktivitas pemerintahan menunjukkan adanya peningkatan kesiapsiagaan menghadapi potensi konflik.

Trump bahkan dilaporkan membatalkan agenda libur akhir pekan Memorial Day di klub golf miliknya di New Jersey dan memilih kembali ke Gedung Putih untuk memantau perkembangan situasi pemerintahan.

Selain itu, sejumlah personel militer dan intelijen AS juga disebut mengubah maupun membatalkan jadwal liburan mereka. Para pejabat pertahanan dilaporkan mulai meninjau daftar penarikan personel dari beberapa pangkalan luar negeri di tengah rotasi pasukan yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Situasi tersebut terjadi ketika hubungan AS dan Iran masih berada dalam ketegangan pascagencatan senjata sementara yang diberlakukan pada April lalu. Kedua negara sejauh ini cenderung menghindari serangan langsung agar negosiasi tidak langsung mengenai perjanjian yang lebih luas tetap dapat berlanjut.

Juru Bicara Gedung Putih Anna Kelly menegaskan pemerintah AS tetap berpegang pada sikap bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir. Washington juga disebut siap menghadapi berbagai kemungkinan apabila perundingan gagal mencapai kesepakatan.

Sementara itu, Korps Garda Revolusi Islam Iran sebelumnya memperingatkan bahwa setiap serangan baru dari AS atau Israel berpotensi memperluas konflik di luar kawasan Timur Tengah.

Di sisi lain, Teheran diperkirakan segera memberikan tanggapan atas proposal terbaru AS yang disampaikan melalui Pakistan sebagai pihak perantara. Perkembangan diplomasi tersebut dinilai akan menjadi penentu arah hubungan kedua negara dalam beberapa waktu ke depan. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang