Mantan Anggota RAF Dijatuhi Hukuman 13 Tahun Penjara di Jerman

Mantan Anggota RAF Dijatuhi Hukuman 13 Tahun Penjara di Jerman

Bagikan:

BERLIN – Pengadilan di Kota Verden, Negara Bagian Lower Saxony, Jerman, menjatuhkan hukuman 13 tahun penjara kepada Daniela Klette (67), mantan anggota kelompok militan sayap kiri Red Army Faction (RAF), atas serangkaian perampokan bersenjata yang dilakukan selama periode 1999 hingga 2016.

Vonis tersebut diputuskan pada Rabu (27/05/2026) setelah majelis hakim menyatakan Klette terbukti melakukan perampokan berat, pelanggaran undang-undang senjata, serta tindak pidana lain dalam rentang 17 tahun pelariannya.

Klette ditangkap pada 2024 di sebuah apartemen kawasan Kreuzberg, Berlin, setelah menjadi buronan selama lebih dari tiga dekade. Polisi menemukan sejumlah barang bukti saat penggeledahan, termasuk senjata, amunisi, identitas palsu, rambut palsu, emas, serta uang tunai senilai 240 ribu euro.

Pengadilan mengungkap Klette melakukan aksi perampokan bersama dua mantan anggota RAF lainnya, yakni Burkhard Garweg dan Ernst-Volker Staub, yang hingga kini masih dalam pencarian aparat keamanan Jerman.

RAF atau yang dikenal pula sebagai geng Baader-Meinhof merupakan kelompok radikal anti-kapitalis yang aktif melakukan aksi pengeboman, penculikan, hingga pembunuhan sejak awal 1970-an hingga awal 1990-an.

Persidangan Klette sempat diwarnai aksi protes puluhan pendukung yang hadir di ruang sidang. Mereka meneriakkan slogan dukungan dan mencemooh keputusan hakim setelah vonis dijatuhkan.

Menurut Kepala Counter Extremism Project Hans-Jakob Schindler, Klette memiliki simbol tersendiri bagi sebagian kelompok ekstrem kiri di Berlin.

“Klette telah menjadi “semacam pahlawan nenek-nenek bagi kelompok ekstrem kiri di Berlin,”” ujarnya, sebagaimana dilansir BBC, Rabu (27/05/2026).

Selama persidangan, Klette tidak secara terbuka mengakui dirinya sebagai anggota RAF. Namun, Schindler menyebut Klette kemungkinan tidak akan diadili atas dugaan tindak terorisme era lampau karena telah melewati masa kedaluwarsa hukum.

Meski demikian, jaksa federal Jerman masih membuka kemungkinan persidangan lanjutan terkait dugaan keterlibatan Klette dalam sejumlah aksi pengeboman dan penembakan pada masa aktif RAF.

Dalam persidangan ini, fokus utama jaksa hanya tertuju pada delapan aksi perampokan di wilayah utara dan barat Jerman. Salah satu aksi pertama terjadi di Duisburg pada Juli 1999 ketika pelaku bertopeng menabrak kendaraan pengangkut uang dan mengancam petugas menggunakan senjata serta peluncur granat.

Sementara aksi terakhir berlangsung pada Juni 2016 di dekat Braunschweig dengan nilai rampokan hampir mencapai 1,4 juta euro.

Pelarian panjang Klette akhirnya terhenti setelah polisi menerima informasi rahasia mengenai keberadaannya. Penelusuran identitasnya turut dibantu seorang jurnalis investigasi yang menggunakan perangkat lunak pengenal wajah berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk mencocokkan foto lama buronan dengan gambar terbaru yang beredar di internet. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Kriminal