KYIV – Pemerintah Ukraina memperingatkan kemungkinan terjadinya gelombang serangan baru dari Rusia setelah menerima informasi intelijen mengenai persiapan operasi militer berskala besar yang disebut berpotensi mengancam sejumlah wilayah di negara tersebut.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan segera mencari perlindungan apabila sirene peringatan serangan udara kembali dibunyikan. Peringatan itu disampaikan di tengah meningkatnya intensitas serangan Rusia terhadap ibu kota Kyiv dan sejumlah wilayah lain dalam beberapa pekan terakhir.
“Kami memiliki informasi intelijen tentang Rusia yang sedang mempersiapkan serangan besar-besaran baru,” kata Zelensky.
Menurut Zelensky, aparat pertahanan dan layanan darurat Ukraina telah disiagakan penuh untuk menghadapi berbagai kemungkinan. Ia juga mengimbau warga agar tidak mengabaikan informasi resmi yang dikeluarkan pemerintah terkait situasi keamanan.
“Harap perhatikan peringatan udara, lindungi hidup Anda. Layanan kami bekerja secara efisien dan siap; Angkatan Udara dan para pembela langit kita lainnya akan bertugas 24/7, seperti biasa,” katanya.
Peringatan tersebut muncul setelah Kyiv mengalami salah satu serangan udara terbesar sejak invasi penuh Rusia dimulai pada 2022. Situasi keamanan semakin memanas setelah Moskow mengancam akan meningkatkan serangan sebagai respons atas serangan Ukraina di wilayah Luhansk yang berada di bawah pendudukan Rusia.
Di saat yang sama, Zelensky kembali mendesak negara-negara sekutu untuk memperkuat sistem pertahanan udara Ukraina melalui tambahan rudal Patriot. Permintaan itu juga disampaikan kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Kongres AS guna membantu menghadapi serangan udara Rusia yang terus meningkat.
Konflik antara kedua negara juga diwarnai peningkatan operasi militer Ukraina ke wilayah pendudukan dan sejumlah target di Rusia sebagai bentuk balasan atas serangan harian yang dilancarkan Moskow.
Sementara itu, upaya diplomatik yang dimediasi AS untuk mengakhiri perang dilaporkan belum menunjukkan perkembangan signifikan. Proses negosiasi disebut melambat seiring meningkatnya perhatian Washington terhadap konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Informasi mengenai peringatan Zelensky tersebut disampaikan sebagaimana dilansir Detiknews, Sabtu, (30/05/2026). Ketegangan yang terus meningkat membuat pemerintah Ukraina meminta masyarakat tetap siaga terhadap kemungkinan serangan lanjutan dalam waktu dekat. []
Redaksi05

