BANDUNG – Patroli dini hari yang dilakukan aparat kepolisian di wilayah Kecamatan Babakan Ciparay, Kota Bandung, Jawa Barat (Jabar), berujung pada pengamanan empat remaja yang diduga akan terlibat aksi tawuran. Dalam operasi tersebut, petugas juga menemukan tiga bilah senjata tajam yang diduga telah dipersiapkan untuk digunakan.
Kepala Bagian Operasi (Kabag Ops) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Bandung Asep Saepudin menjelaskan, pengungkapan berawal dari laporan masyarakat mengenai dugaan aktivitas tawuran di kawasan Holis pada Jumat (12/06/2026) sekitar pukul 02.21 WIB.
“Setelah tiba di lokasi yang dimaksud, petugas melakukan pengecekan dan pemantauan, namun tidak ditemukan adanya aktivitas yang dimaksud. Selanjutnya Tim Prabu 2 melaksanakan patroli lanjutan ke wilayah Jalan Terusan Suryani,” kata Asep.
Saat patroli berlanjut ke Jalan Terusan Suryani, petugas menemukan sekelompok orang yang sedang berkumpul. Ketika hendak dilakukan pemeriksaan, sebagian kelompok tersebut mencoba melarikan diri sehingga dilakukan pengejaran.
“Dari belasan orang yang melarikan diri, petugas berhasil mengamankan empat orang,” ujarnya.
Empat orang yang diamankan masing-masing berinisial RM (14), MR (15), MRA (19), dan MS (16). Berdasarkan informasi yang diperoleh, dua di antaranya masih berstatus pelajar.
Petugas kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi dan menemukan tiga bilah senjata tajam yang diduga berkaitan dengan rencana aksi tersebut. Barang bukti yang diamankan terdiri atas satu bilah samurai, satu bilah celurit, serta satu bilah sabit besar hasil modifikasi.
“Berdasarkan keterangan yang diperoleh, para terduga mengaku berasal dari komunitas TOM atau Tim Ogah Mundur,” ungkap Asep, sebagaimana diberitakan Ayobandung, Jumat, (12/06/2026).
Selanjutnya, Tim Prabu 2 melakukan koordinasi dengan Kepolisian Sektor (Polsek) Babakan Ciparay untuk menyerahkan para remaja beserta barang bukti guna menjalani proses pemeriksaan lanjutan.
“Tim Prabu 2 berkoordinasi dengan pihak Polsek Babakan Ciparay untuk menyerahkan keempat orang yang diamankan beserta barang bukti senjata tajam guna dilakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ucapnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat mengenai pentingnya pengawasan lingkungan, respons cepat terhadap laporan warga, serta upaya pencegahan keterlibatan remaja dalam aktivitas yang berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan keselamatan publik. []
Redaksi05

