FLORES TIMUR – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan setelah Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), mengalami tiga kali erupsi dalam rentang waktu kurang dari tiga jam pada Sabtu (13/06/2026). Meski aktivitas vulkanik meningkat, status gunung api tersebut masih berada pada Level III (Siaga).
Erupsi pertama terjadi pada pukul 09.32 WITA dengan kolom abu mencapai sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 2.584 meter di atas permukaan laut (mdpl). Aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter (mm) dan durasi 60 detik.
Aktivitas vulkanik kembali terjadi pada pukul 12.05 WITA dengan tinggi kolom abu sekitar 600 meter di atas puncak atau 2.184 mdpl. Letusan tersebut tercatat memiliki amplitudo maksimum 37 mm dan berlangsung selama 66 detik.
Dua menit kemudian, tepat pukul 12.07 WITA, Gunung Lewotobi Laki-Laki kembali meletus dengan kolom abu setinggi sekitar 1.000 meter di atas puncak. Erupsi ketiga ini terekam dengan amplitudo maksimum 47,3 mm dan durasi 50 detik.
“Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang condong bergerak ke arah barat dan barat laut,” tulis PVMBG dalam laporan resminya, Sabtu, sebagaimana diberitakan Tribunflores, Sabtu, (13/06/2026).
Menyikapi peningkatan aktivitas tersebut, PVMBG melarang masyarakat maupun wisatawan melakukan aktivitas dalam radius 5 kilometer dari pusat erupsi. Larangan itu diberlakukan untuk mengurangi risiko akibat lontaran material vulkanik maupun paparan abu.
PVMBG juga mengingatkan warga yang bermukim di sekitar daerah aliran sungai yang berhulu di puncak gunung agar mewaspadai potensi banjir lahar, terutama saat hujan deras. Sejumlah wilayah yang diminta meningkatkan kewaspadaan meliputi Desa Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote.
Selain itu, masyarakat yang terdampak hujan abu vulkanik diminta menggunakan masker atau penutup hidung dan mulut guna mengurangi risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
PVMBG menyatakan terus berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi NTT serta Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana (Satlak PB) setempat untuk memantau perkembangan aktivitas gunung api. Masyarakat diimbau tetap tenang, mengikuti arahan pemerintah, serta tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. []
Redaksi05

