LUMAJANG – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur (Jatim) kembali meningkat setelah gunung tertinggi di Pulau Jawa itu erupsi pada Senin (15/06/2026) pukul 05.46 WIB. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengingatkan masyarakat untuk menjauhi kawasan rawan bencana, terutama di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan.
Berdasarkan data PVMBG melalui aplikasi MAGMA Indonesia, kolom abu akibat erupsi teramati mencapai ketinggian 500 meter di atas puncak atau 4.176 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik terlihat berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal mengarah ke barat daya.
Erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 21 milimeter dan durasi 97 detik. Dalam sepekan terakhir, Gunung Semeru tercatat telah mengalami dua kali erupsi.
Menurut laporan aktivitas gunung api MAGMA Indonesia, status Gunung Semeru saat ini berada pada Level III (Siaga). Hasil pengamatan kegempaan pada 15 Juni 2026 pukul 18.00–23.59 WIB menunjukkan adanya 11 kali gempa letusan atau erupsi dengan amplitudo 10–22 milimeter dan durasi 90–152 detik.
Selain itu, tercatat lima kali gempa hembusan dengan amplitudo 3–6 milimeter dan durasi 60–111 detik, serta satu kali gempa tektonik jauh dengan amplitudo 30 milimeter, S-P 31 detik, dan durasi gempa 138 detik.
PVMBG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak atau pusat erupsi. Warga juga diminta menghindari area dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.
Data aktivitas vulkanik nasional menunjukkan Gunung Semeru menjadi gunung api paling aktif sepanjang 2026. Dari total 2.653 letusan gunung api yang tercatat di Indonesia, Semeru menyumbang 1.253 kejadian erupsi, sebagaimana dilansir MAGMA Indonesia, Senin (15/06/2026).
Dengan status siaga yang masih berlaku, masyarakat dan pemangku kepentingan diharapkan terus meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi rekomendasi otoritas guna meminimalkan risiko bencana vulkanik di kawasan sekitar Semeru. []
Redaksi05

