Serangan Rusia Hantam Situs Warisan Dunia UNESCO di Kyiv

Serangan Rusia Hantam Situs Warisan Dunia UNESCO di Kyiv

Bagikan:

KYIV – Serangan udara besar-besaran Rusia kembali menghantam ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Senin (15/06/2026), menewaskan sedikitnya empat orang dan merusak kompleks gereja bersejarah Kyiv Pechersk Lavra yang berstatus Situs Warisan Dunia Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization/UNESCO). Serangan tersebut menjadi salah satu yang terberat dalam dua pekan terakhir di tengah mandeknya upaya diplomatik mengakhiri perang.

Serangan terjadi saat ketegangan antara Rusia dan Ukraina terus meningkat meski berbagai inisiatif perdamaian telah diupayakan. Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky sebelumnya mengusulkan pertemuan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas gencatan senjata dengan melibatkan Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Eropa.

Namun, usulan tersebut ditolak Kremlin sehingga jalur diplomasi kembali menemui hambatan. Penolakan itu terjadi ketika konflik yang telah berlangsung lebih dari empat tahun belum menunjukkan tanda-tanda mereda.

Kompleks Kyiv Pechersk Lavra yang terdampak serangan merupakan salah satu situs budaya dan keagamaan paling penting di Ukraina. Kerusakan terhadap situs warisan dunia tersebut menambah daftar infrastruktur sipil dan budaya yang terkena dampak perang.

Serangan terbaru ini juga menegaskan bahwa wilayah ibu kota Ukraina masih menjadi sasaran operasi militer Rusia meski garis depan pertempuran banyak berlangsung di kawasan lain. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran internasional terhadap keselamatan warga sipil dan pelestarian warisan budaya dunia.

Ketegangan yang terus meningkat terjadi di tengah upaya diplomatik untuk menghentikan perang. Zelensky sebelumnya mengusulkan pertemuan langsung dengan Presiden Rusia Vladimir Putin guna membahas gencatan senjata dengan melibatkan AS dan negara-negara Eropa. Namun usulan tersebut ditolak Kremlin.

Perang Rusia-Ukraina yang dimulai sejak Februari 2022 telah berkembang menjadi salah satu konflik terbesar di Eropa modern. Selain menimbulkan korban jiwa, perang juga menyebabkan kerusakan infrastruktur dan situs budaya bernilai sejarah tinggi. Informasi mengenai serangan ini sebagaimana dilansir Cnbc Indonesia, Senin, (15/06/2026).

Dengan belum adanya terobosan diplomatik yang signifikan, serangan terhadap kawasan sipil dan objek budaya diperkirakan masih menjadi tantangan serius bagi upaya perdamaian serta pemulihan pascakonflik di Ukraina. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang