Mahasiswa Sragen Tenggelam di WKO Saat Memancing

Mahasiswa Sragen Tenggelam di WKO Saat Memancing

Bagikan:

SRAGEN – Aktivitas memancing di Waduk Kedung Ombo (WKO) berujung tragedi setelah seorang mahasiswa asal Kabupaten Sragen ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di perairan waduk, Selasa (16/06/2026). Korban diduga terpeleset ke area perairan dalam dan tidak dapat berenang sehingga tenggelam.

Korban diketahui bernama Satrio Dwiki Rafi Nugroho (21), warga Dukuh Sambirejo, Desa Gilimargo, Kecamatan Miri, Kabupaten Sragen. Peristiwa terjadi di Dukuh Kedunguter, Rukun Tetangga (RT) 03, Desa Pendem, Kecamatan Sumberlawang, Kabupaten Sragen.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sragen Dewiana Syamsu Indyasari melalui Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Sumberlawang Sudarmaji membenarkan adanya insiden kecelakaan air tersebut. Laporan kejadian diterima kepolisian sekitar pukul 10.20 WIB.

Menurut keterangan kepolisian, korban berangkat memancing bersama rekannya, M. Ridho Alamsyah (22), sekitar pukul 08.00 WIB. Keduanya tiba di lokasi sekitar pukul 08.20 WIB sebelum memutuskan memancing di titik yang berbeda.

Korban diketahui memancing tanpa menggunakan jaket pelampung atau life jacket dan berada sekitar 300 meter dari posisi rekannya. Saat itu, korban diduga terpeleset ke area perairan yang lebih dalam.

“Sekira pukul 10.00 WIB, saksi (M. Ridho) melihat tangan korban melambai-lambai meminta pertolongan. Mengetahui hal itu, saksi langsung berusaha berenang untuk mendekati korban. Namun karena jarak yang terlalu jauh, korban sudah terlanjur tenggelam ke dasar waduk,” ujar Sudarmaji, Selasa (16/06/2026).

Melihat korban tenggelam, saksi segera meminta bantuan warga sekitar. Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada perangkat desa setempat yang menghubungi Polsek Sumberlawang.

Mendapat laporan tersebut, petugas kepolisian bersama Tim Pencarian dan Pertolongan (Search and Rescue/SAR) serta warga langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi terakhir korban terlihat.

Sekitar pukul 10.40 WIB, korban berhasil ditemukan dan dievakuasi ke permukaan dalam kondisi tidak bernyawa. Jenazah kemudian dibawa ke pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) setempat untuk menjalani pemeriksaan medis.

Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh dokter dan Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polres Sragen, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Penyebab kematian dipastikan murni akibat kecelakaan air atau tenggelam.

Adapun barang bukti yang ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP) berupa satu set peralatan pancing milik korban, satu potong celana pendek warna krem, dan satu potong jaket jumper warna hitam.

Kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya pemancing, agar selalu mengutamakan keselamatan saat beraktivitas di perairan dalam dengan menggunakan alat pelindung diri yang memadai. Informasi mengenai peristiwa ini sebagaimana diwartakan RRI, Selasa, (16/06/2026). Tragedi tersebut menjadi pengingat penting akan risiko aktivitas di kawasan perairan dan perlunya meningkatkan kesadaran keselamatan bagi pengunjung waduk. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa