Polisi Buru Penembak Dua Karyawan Rumah Sakit di Delaware

Polisi Buru Penembak Dua Karyawan Rumah Sakit di Delaware

Bagikan:

WILMINGTON – Aparat keamanan di Kota Wilmington, negara bagian Delaware, Amerika Serikat (AS), memburu seorang tersangka penembakan yang diduga melukai dua karyawan di Rumah Sakit Wilmington pada Selasa (16/06/2026) sore. Insiden tersebut memicu operasi pengamanan besar-besaran dan penutupan area sekitar rumah sakit demi menjaga keselamatan publik.

Pihak kepolisian menyatakan tersangka telah teridentifikasi dan diduga merupakan rekan kerja korban. Namun, hingga laporan ini disusun, pelaku masih melarikan diri dan menjadi target pencarian aparat.

Berdasarkan laporan awal, insiden bermula ketika seorang pegawai rumah sakit diduga melepaskan tembakan ke arah dua karyawan lainnya di dalam fasilitas kesehatan tersebut. Polisi juga menyelidiki kemungkinan bahwa pelaku merupakan kontraktor sementara di lingkungan rumah sakit.

Hingga kini, otoritas belum mengungkap tingkat keparahan luka yang dialami kedua korban. Fokus utama aparat saat ini adalah memastikan keamanan pasien, tenaga medis, dan masyarakat di sekitar lokasi kejadian.

Peristiwa tersebut memicu respons cepat dari berbagai unsur layanan darurat. Puluhan kendaraan kepolisian, pemadam kebakaran, dan paramedis dikerahkan ke area rumah sakit untuk mengamankan lokasi serta mendukung proses evakuasi dan investigasi.

Sejumlah akses di sekitar rumah sakit ditutup, sementara masyarakat diminta menjauhi kawasan blok 500 West 14th Street guna memudahkan proses pencarian tersangka.

Penyelidikan awal mengarah pada dugaan kekerasan di tempat kerja. Meski demikian, aparat menegaskan tempat kejadian perkara masih tergolong aktif sehingga perkembangan informasi baru masih mungkin terjadi seiring berjalannya penyelidikan.

Insiden penembakan di fasilitas kesehatan kembali menyoroti pentingnya sistem keamanan di lingkungan rumah sakit, yang selama ini dipandang sebagai ruang pelayanan dan perlindungan bagi masyarakat. Aparat kepolisian Wilmington menyatakan akan terus melanjutkan penyelidikan hingga seluruh fakta terungkap dan tersangka berhasil diamankan. []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Kriminal