Diplomasi Belum Redakan Konflik, Kyiv Kembali Diguncang Rudal Rusia

Diplomasi Belum Redakan Konflik, Kyiv Kembali Diguncang Rudal Rusia

Bagikan:

KYIV – Upaya diplomasi Pemerintah Ukraina untuk mendorong penghentian perang belum menunjukkan hasil signifikan. Beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy melakukan komunikasi intensif dengan sejumlah pemimpin dunia, ibu kota Ukraina, Kyiv, kembali menjadi sasaran serangan rudal balistik Rusia pada Kamis (18/06/2026) pagi.

Serangan tersebut memicu ledakan keras dan aktivasi sistem peringatan bahaya di sebagian besar wilayah Ukraina. Kepala Administrasi Militer Kyiv, Tymur Tkachenko, mengonfirmasi serangan itu serta mengimbau warga tetap berada di tempat perlindungan hingga kondisi dinyatakan aman.

Peristiwa ini terjadi setelah Zelenskyy menyelesaikan rangkaian komunikasi diplomatik dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Prancis Emmanuel Macron. Pembicaraan tersebut disebut sebagai bagian dari koordinasi internasional untuk mencari jalan keluar atas konflik yang telah berlangsung dalam waktu lama.

Meski jalur diplomasi terus diupayakan, serangan udara Rusia dilaporkan masih berlangsung di sejumlah wilayah strategis Ukraina. Selain Kyiv, serangan pesawat nirawak Rusia juga menghantam Kota Sumy dan menyebabkan seorang warga sipil meninggal dunia.

Pada awal pekan ini, serangan rudal terpisah dilaporkan merusak bangunan biara bersejarah yang telah berdiri sekitar seribu tahun di Kyiv.

Di tengah meningkatnya intensitas pertempuran, Trump menyatakan Rusia kehilangan lebih banyak personel militer dibandingkan Ukraina selama konflik berlangsung. Namun, klaim tersebut dibantah Pemerintah Rusia yang menilai justru Ukraina mengalami kerugian lebih besar.

Sementara itu, bentrokan di garis depan juga terus menimbulkan korban dari kedua pihak. Wali Kota Enerhodar yang ditunjuk Rusia, Maksim Pukhov, melaporkan serangan artileri Ukraina yang menewaskan satu warga dan melukai empat staf Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Zaporizhzhia.

Di wilayah Belgorod, Rusia, otoritas setempat juga melaporkan serangan pesawat nirawak Ukraina terhadap kendaraan sipil yang mengakibatkan seorang pria meninggal dunia.

Rusia turut menuduh Ukraina menyerang bus sekolah yang mengangkut anak-anak dari Belarusia pada Rabu. Namun, tuduhan tersebut dibantah oleh militer Ukraina yang menyebutnya sebagai bagian dari kampanye informasi palsu Moskow.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa konflik masih berlangsung di tengah berbagai upaya diplomasi internasional. Komunitas global terus mendesak kedua pihak untuk menahan diri dan membuka ruang dialog guna mencegah bertambahnya korban sipil, sebagaimana diberitakan Posnews, Kamis, (18/06/2026). []

Redaksi05

Bagikan:
Hotnews Internasional Perang