NIAMEY – Operasional Bandara Internasional Diori Hamani di Kota Niamey, Niger, tetap berjalan setelah aparat keamanan menggagalkan serangan kelompok bersenjata yang menewaskan sedikitnya 11 personel militer dan dua warga sipil pada Kamis (18/06/2026) dini hari. Dalam operasi balasan, 22 penyerang dilaporkan tewas.
Kementerian Pertahanan Niger menyatakan pasukan keamanan langsung menggelar operasi skala besar untuk mengendalikan situasi setelah serangan terjadi di sekitar bandara terbesar di negara tersebut. Peristiwa ini menjadi serangan kedua yang menyasar lokasi strategis di Niger dalam kurun waktu kurang dari lima bulan.
Dalam pernyataan resmi yang disiarkan televisi nasional, pemerintah memastikan aktivitas penerbangan tetap berlangsung.
“Bandara internasional, yang sepenuhnya aman, tetap terbuka untuk lalu lintas udara,” kata Kementerian Pertahanan Niger, sebagaimana dilansir Detik, Kamis (18/06/2026).
Serangan terjadi pada dini hari di sekitar Bandara Internasional Diori Hamani yang berada di ibu kota Niger. Warga setempat melaporkan mendengar ledakan keras dan rentetan tembakan beberapa saat setelah salat subuh.
“Kami selesai salat sekitar pukul 05:50 (04:50 GMT) dan tak lama kemudian kami mendengar ledakan keras – seperti sesuatu meledak, mungkin ban. Baru beberapa saat kemudian kami menyadari apa yang sedang terjadi,” ujar Lawalli Tsalha, warga yang tinggal di dekat bandara.
Berdasarkan informasi dari sumber pihak bandara, para pelaku diduga tiba menggunakan taksi dan bergerak menuju pos pemeriksaan sebelum menghadapi perlawanan dari aparat keamanan yang berjaga.
“Para penyerang tiba di pos pemeriksaan dengan taksi,” kata sumber bandara.
Sumber yang sama menyebut para pelaku kemudian berpencar ke sejumlah lingkungan di sekitar kawasan bandara setelah kontak senjata terjadi.
“Para penyerang tersebar di lingkungan sekitar, tempat pasukan keamanan melakukan penyisiran besar-besaran,” kata sumber bandara.
“Zona tersebut masih berada di bawah pengawasan ketat militer,” tambah sumber tersebut.
Sebagai respons atas serangan itu, militer Niger memperluas operasi pengamanan ke sejumlah kawasan permukiman yang berada di sekitar bandara. Aparat melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada pelaku yang masih bersembunyi di wilayah tersebut.
“Militer turun ke beberapa lingkungan di sekitar bandara untuk menyisir area tersebut; mereka menerima bantuan dari warga yang memburu bandit dengan tongkat dan parang,” kata seorang warga lain yang berprofesi sebagai pengemudi ojek.
Bandara Internasional Diori Hamani merupakan pintu gerbang utama transportasi udara Niger. Oleh karena itu, pengamanan kawasan bandara menjadi prioritas pemerintah untuk menjaga mobilitas masyarakat dan konektivitas negara tersebut. Hingga operasi berlangsung, aparat masih memperketat penjagaan di sekitar lokasi guna mengantisipasi kemungkinan ancaman lanjutan. []
Redaksi05

