Rumah Kosong Terbakar Saat Pemilik Sholawatan, Warga Probolinggo Panik

Rumah Kosong Terbakar Saat Pemilik Sholawatan, Warga Probolinggo Panik

Bagikan:

PROBOLINGGO – Respons cepat warga dan petugas pemadam kebakaran berhasil mencegah meluasnya kebakaran yang melanda sebuah rumah di kawasan padat penduduk di Jalan Sunan Ampel, Kelurahan Jrebeng Lor, Kecamatan Kedopok, Kota Probolinggo, Jumat (19/06/2026) dini hari. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, insiden tersebut menghanguskan hampir seluruh bangunan beserta isinya.

Kebakaran terjadi saat rumah milik Iqbal Husairi (23) dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang menghadiri kegiatan sholawatan. Kobaran api yang muncul di tengah malam sempat membuat panik warga sekitar yang sedang beristirahat.

Ketua Rukun Tetangga (RT) 3/Rukun Warga (RW) 9 Jrebeng Lor, Ahmad Fatoni Sholeh, mengatakan warga pertama kali mengetahui kejadian itu setelah mencium aroma kayu terbakar dari sekitar lokasi.

“Awalnya warga mencium bau kayu terbakar. Saat dicek keluar rumah, ternyata api sudah besar dan membakar bangunan rumah milik saudara Iqbal,” ujar Ahmad Fatoni.

Menurutnya, saat kejadian rumah dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang menghadiri acara sholawatan di luar rumah.

“Pemilik rumah sedang mengikuti sholawatan. Jadi saat api mulai muncul tidak ada orang di dalam rumah yang mengetahui kejadian tersebut,” katanya.

Api kemudian membesar dengan cepat karena sebagian material bangunan mudah terbakar. Warga yang khawatir api merembet ke rumah lain segera bergotong royong melakukan pemadaman awal sambil menunggu bantuan petugas.

“Warga langsung bergotong royong membantu memadamkan api dan mengamankan rumah di sekitar lokasi agar tidak ikut terbakar,” imbuhnya.

Dugaan awal penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik yang berasal dari area meteran rumah korban. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan aparat berwenang.

“Informasi yang kami terima dan terlihat di lokasi, kemungkinan berasal dari korsleting di area meteran listrik. Namun untuk penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan petugas,” jelas Fatoni.

Kepala Seksi (Kasi) Pemadam Kebakaran Kota Probolinggo, Dwi Arianto, mengatakan pihaknya segera mengerahkan dua unit armada setelah menerima laporan dari warga.

“Begitu menerima laporan, kami langsung memberangkatkan dua unit armada beserta personel menuju lokasi kebakaran karena berada di kawasan padat penduduk dan berpotensi merembet ke bangunan lain,” ujar Dwi.

Petugas menghadapi tantangan berupa akses jalan yang sempit menuju lokasi kebakaran. Meski demikian, api berhasil dikendalikan dalam waktu sekitar 45 menit sehingga tidak menjalar ke bangunan lain di sekitarnya.

“Akses menuju lokasi cukup terbatas karena berada di gang permukiman, ditambah banyak warga melihat. Namun Alhamdulillah api bisa segera dikendalikan sehingga tidak sampai merambat ke rumah warga lainnya,” katanya.

Setelah pemadaman selesai, petugas melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

“Kami lanjutkan dengan pendinginan dan pembasahan di seluruh bagian bangunan agar tidak terjadi kebakaran susulan,” tambahnya.

Akibat kejadian tersebut, bangunan rumah mengalami kerusakan berat dan sejumlah dokumen penting milik korban diduga ikut terbakar. Kerugian materi masih dalam proses pendataan oleh petugas.

“Dari kondisi bangunan setelah kebakaran, kemungkinan besar sejumlah surat-surat berharga milik korban ikut terbakar. Kerugian masih dalam proses pendataan,” terang Dwi.

Petugas Identifikasi Forensik (Inafis) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor (Polres) Probolinggo Kota kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara guna memastikan penyebab kebakaran, sebagaimana diberitakan JTV, Jumat (19/06/2026).

“Penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan dan olah TKP dari kepolisian. Dugaan sementara memang mengarah pada korsleting listrik,” pungkasnya.

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan rumah korban mengalami kerusakan berat dan kehilangan sebagian besar harta benda di dalamnya. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Peristiwa