Empat Pelaku Penyerangan Remaja di Bekasi Ditangkap, Motif Masih Diselidiki

Empat Pelaku Penyerangan Remaja di Bekasi Ditangkap, Motif Masih Diselidiki

Bagikan:

BEKASI – Kepolisian Resor (Polres) Metro Bekasi Kota mengamankan empat terduga pelaku dalam kasus penyerangan yang menewaskan dua remaja dan melukai satu orang lainnya di Jalan Raya Cimuning, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Polisi masih mendalami motif pelaku, termasuk kemungkinan tindak pidana pembegalan.

Peristiwa yang terjadi pada Jumat (19/06/2026) dini hari itu mengakibatkan Dafa (17) dan Kiki (19) meninggal dunia, sementara Muhamad Ito Alkhalifi (18) mengalami luka-luka. Kedua korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area selokan sekitar lokasi kejadian.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Metro Bekasi Kota, Andi M Iqbal, membenarkan penemuan dua korban tewas sekaligus penangkapan para terduga pelaku.

“Benar, korbannya dua orang,” ujar Andi, sebagaimana dilansir Ntvnews, Sabtu, (20/06/2026).

Menurut Andi, penyidik telah mengamankan empat orang yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Namun, kepolisian belum mengungkap secara rinci kronologi lengkap kejadian maupun peran masing-masing pelaku.

“Pelaku empat orang sudah kami amankan,” ucapnya.

Penyidik juga masih mengembangkan penyelidikan untuk memastikan motif di balik aksi yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa tersebut.

“Untuk motifnya masih kami selidiki, apakah begal atau apa,” kata Andi.

Berdasarkan keterangan korban yang selamat, Muhamad Ito Alkhalifi, peristiwa bermula sekitar pukul 03.00 WIB ketika ia bersama dua rekannya berangkat dari rumah untuk mengantar Kiki ke kawasan Perumahan Bumi Taruma Raya (BTR). Saat melintas di jalan keluar Perumahan Mustika Grande (MGT), mereka bertemu sekelompok orang yang mengendarai dua sepeda motor.

Kelompok tersebut kemudian diduga melakukan pengejaran hingga ke Jalan Raya Cimuning. Korban mengaku dirinya dan rekan-rekannya diserang menggunakan senjata tajam jenis celurit sebelum sepeda motor mereka dibawa kabur.

“Pelaku langsung mengejar sepeda motor kami sampai di lokasi kami dibacok dengan menggunakan sajam celurit dan motor kami diambil oleh pelaku,” ujarnya.

Keterangan serupa disampaikan seorang saksi bernama Tera. Saat berada di sebuah warung, ia mendengar suara benturan yang semula dikiranya kecelakaan lalu lintas.

“Saat itu saya kira ada kecelakaan, begitu ditengok keluar ada motor jatuh dan satu motor ada lagi dinaiki tiga orang sambil pegang celurit panjang,” tuturnya.

Tera mengaku sempat melihat korban tergeletak di lokasi. Ketika kembali bersama rekannya, para pelaku disebut sudah meninggalkan tempat kejadian.

Korban yang masih sadar kemudian mendekati warung dan meminta bantuan untuk memesan transportasi daring guna pulang ke rumah.

“Pesan ojol untuk korban pulang, namun dibatalkan oleh warga yang datang ke TKP sehingga korban tetap menunggu rebahan di teras ruko depan Warung Sop Janda,” jelas Tera.

Hingga kini, penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan barang bukti guna mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa serta memastikan motif para pelaku dalam kasus yang menewaskan dua remaja tersebut. []

Redaksi05

Bagikan:
Berita Daerah Hotnews Kriminal