LUMAJANG – Aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur (Jatim), kembali menunjukkan peningkatan pada Kamis pagi, 25 Juni 2026. Dalam rentang waktu sekitar satu jam, gunung tertinggi di Pulau Jawa itu tercatat mengalami tiga kali erupsi dengan tinggi kolom abu vulkanik mencapai 900 meter di atas puncak.
Berdasarkan laporan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), erupsi pertama terjadi pada pukul 05.44 WIB dengan kolom abu setinggi sekitar 700 meter di atas puncak atau 4.376 meter di atas permukaan laut.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Kamis, 25 Juni 2026, pukul 05:44 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 700 m di atas puncak (± 4376 m di atas permukaan laut),” tulis PVMBG.
Aktivitas erupsi kembali terjadi pada pukul 06.36 WIB. Pada letusan kedua ini, kolom abu teramati lebih tinggi, mencapai sekitar 900 meter di atas puncak. Abu vulkanik terpantau berwarna putih hingga kelabu.
“Terjadi erupsi G. Semeru pada hari Kamis, 25 Juni 2026, pukul 06:36 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 900 m di atas puncak (± 4576 m di atas permukaan laut),” tulis PVMBG.
Selang 15 menit kemudian, tepatnya pukul 06.51 WIB, Semeru kembali mengalami erupsi. Tinggi kolom abu yang teramati mencapai sekitar 600 meter di atas puncak dengan arah sebaran abu mengarah ke barat daya.
“Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Kamis, 25 Juni 2026, pukul 06:51 WIB dengan tinggi kolom abu teramati ± 600 m di atas puncak (± 4276 m di atas permukaan laut),” tulis PVMBG.
Rangkaian erupsi tersebut menunjukkan aktivitas vulkanik Semeru masih berlangsung dan terus dipantau oleh PVMBG. Informasi mengenai tiga kali erupsi pada pagi hari ini sebagaimana dilansir Detiknews, Kamis, (25/06/2026).
Masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung diimbau untuk terus mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait guna mengantisipasi potensi dampak aktivitas vulkanik yang dapat berubah sewaktu-waktu. []
Redaksi05

