BOJONEGORO – Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik menghanguskan sekitar 90 persen rumah milik Darsono (60) di Desa Karangsono, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (25/06/2026) malam. Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka, peristiwa tersebut mengakibatkan kerugian material yang ditaksir mencapai Rp30 juta.
Saat kebakaran terjadi, rumah dalam keadaan kosong karena pemiliknya sedang bekerja sebagai tukang pijat. Kobaran api baru diketahui warga sekitar sebelum akhirnya dilaporkan kepada petugas.
Kepala Bidang (Kabid) Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Bojonegoro, Ahmad Agus, mengatakan pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 00.10 WIB setelah api diperkirakan mulai berkobar sekitar pukul 23.50 WIB.
“Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi untuk melakukan pemadaman,” ujar Agus, sebagaimana dilansir Kabarbaik, Jumat (26/06/2026).
Untuk menangani kebakaran tersebut, Damkarmat Bojonegoro mengerahkan tiga armada yang terdiri atas satu unit fire truck dari Pos Temayang, satu unit fire truck Firedome, serta satu unit water supply dari Pos Kota. Sebanyak 10 personel juga diterjunkan ke lokasi guna mempercepat proses pemadaman.
Menurut Agus, api berhasil dikendalikan sekitar pukul 01.20 WIB setelah petugas melakukan upaya pemadaman selama kurang lebih satu jam. Lokasi rumah yang dikelilingi area perkebunan turut membantu mencegah kobaran api merembet ke bangunan lain.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.20 WIB sehingga tidak sampai merembet ke bangunan di sekitarnya,” jelasnya.
Hasil asesmen sementara menunjukkan sumber kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik. Akibat kejadian tersebut, rumah berbahan kayu berukuran sekitar 8 x 5 meter mengalami kerusakan hingga sekitar 90 persen berikut sebagian besar barang di dalamnya.
“Kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp30 juta. Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa instalasi listrik, terutama ketika rumah akan ditinggalkan dalam keadaan kosong, agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Agus. []
Redaksi05

