FLORES TIMUR – Pemerintah mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Lewotobi Laki-Laki untuk meningkatkan kewaspadaan setelah gunung api di Kabupaten Flores Timur (Flotim), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), kembali mengalami erupsi pada Jumat (26/06/2026) pagi. Warga diminta mematuhi zona larangan aktivitas, mewaspadai potensi banjir lahar hujan, serta menggunakan masker apabila terdampak hujan abu vulkanik.
Berdasarkan laporan Badan Geologi melalui Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), erupsi terjadi pada pukul 05.43 WITA dengan tinggi kolom abu mencapai sekitar 1.200 meter di atas puncak gunung.
“Telah terjadi erupsi G. Lewotobi Laki-laki, Nusa Tenggara Timur pada tanggal 26 Juni 2026 pukul 05:43 WITA dengan tinggi kolom abu teramati ± 1.200 m (1,2 km) di atas puncak,” tulis keterangan Badan Geologi, PVMB Kementerian ESDM dalam keterangannya, sebagaimana dilansir Inews, Jumat (26/06/2026).
Laporan tersebut menyebutkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal bergerak ke arah utara dan timur laut. Aktivitas erupsi juga terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimum 47,3 milimeter dan durasi sekitar satu menit.
Gunung Lewotobi Laki-Laki hingga kini masih berstatus Level III (Siaga). Karena itu, masyarakat maupun wisatawan diminta tidak melakukan aktivitas dalam radius lima kilometer dari pusat erupsi.
“Masyarakat agar tenang dan mengikuti arahan Pemda serta tidak mempercayai isu-isu yan tidak jelas sumbernya,” tulis KESDM, Badan Geologi, PVMBG.
Selain menjaga jarak aman, warga yang bermukim di sekitar aliran sungai berhulu di puncak Gunung Lewotobi Laki-Laki diminta mewaspadai potensi banjir lahar hujan saat terjadi curah hujan tinggi, terutama di wilayah Dulipali, Padang Pasir, Nobo, Nurabelen, Klatanlo, Hokeng Jaya, Boru, dan Nawakote. Masyarakat yang terdampak hujan abu juga dianjurkan memakai masker atau penutup hidung dan mulut guna mengurangi risiko gangguan pada sistem pernapasan.
“Pemerintah Daerah senantiasa berkoordinasi dengan Pos Pengamatan G. Lewotobi Laki-laki di Desa Pululera, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Folres Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur atau Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Becana Geologi, Badan Geologi di Bandung,” tulisnya. []
Redaksi05

